Zian Flemming menjadi sorotan utama setelah gol sundulannya di menit-menit akhir pertandingan berhasil menyelamatkan Burnley dari kekalahan saat bertandang ke markas Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (21/2/2026). Gol penyeimbang 1-1 tersebut menjadi titik terang di tengah musim debut yang penuh tantangan bagi gelandang serang asal Belanda itu dan timnya di Liga Primer Inggris.
Perjuangan Burnley di Musim 2025/2026
Musim 2025/2026 Liga Primer terbukti menjadi ujian berat bagi Burnley. Hingga Februari 2026, tim asuhan Scott Parker ini terperosok di posisi ke-19 klasemen sementara dengan hanya mengumpulkan 18 poin dari 26 pertandingan. Mereka mencatatkan 4 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 16 kekalahan, dengan persentase kekalahan mencapai 61,54%. The Clarets juga menghadapi kesulitan dalam mencetak gol, dengan hanya 28 gol yang berhasil dilesakkan, sementara gawang mereka telah kebobolan 51 kali.
Flemming, yang bergabung secara permanen dengan Burnley pada 1 Juli 2025 setelah masa pinjaman yang sukses dari Millwall di mana ia mencetak 12 gol di Championship, mengakui beratnya transisi ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Ia sempat mengalami cedera yang mengganggu performanya di awal musim ini. Namun, penyerang berusia 27 tahun itu telah menunjukkan adaptasi yang signifikan, termasuk meningkatkan aspek pertahanannya.
Komentar Flemming tentang Intensitas Liga dan Konsistensi Tim
Dalam wawancara sebelumnya, Flemming tidak menutupi rasa frustrasinya atas performa tim. Usai kekalahan 3-1 dari West Ham pada November 2025, ia menyatakan, “Ini adalah kekalahan yang sangat tidak perlu, yang membuatnya semakin buruk bagi kami. Kami tahu betapa kuatnya liga ini, tetapi kami meninggalkan lapangan hari ini dengan perasaan itu di dalam, mengetahui bahwa pertandingan itu bisa dimenangkan, ini mengecewakan.” Ia juga menyoroti kurangnya manajemen permainan tim. “Saya pikir kami sedikit kekurangan manajemen permainan kami dan itulah yang pada akhirnya merugikan kami,” tambahnya.
Meskipun Burnley berjuang, Flemming sendiri telah memberikan kontribusi penting. Sebagai seorang penyerang, ia telah mencetak 5 gol dalam 18 penampilan Liga Primer musim ini, dengan total 6 gol dan 1 assist dari 21 pertandingan di semua kompetisi. Angka ini cukup menjanjikan mengingat posisi timnya di klasemen. Flemming, yang lebih suka bermain sebagai ‘nomor 10’ atau gelandang serang di belakang striker, telah beradaptasi dengan peran striker utama di bawah arahan pelatih Scott Parker.
Gol Dramatis Kontra Chelsea
Puncak kontribusi Flemming datang pada pertandingan melawan Chelsea. Setelah tertinggal 1-0 dan Chelsea bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah Wesley Fofana, Burnley terus menekan. Di menit ke-90+3, dari situasi sepak pojok, Flemming melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang Chelsea, mengubah skor menjadi 1-1. Gol dramatis ini memastikan Burnley membawa pulang satu poin berharga dari Stamford Bridge.
Hasil imbang ini, meskipun tidak mengeluarkan Burnley dari zona degradasi, memberikan suntikan moral yang sangat dibutuhkan. Perjuangan Flemming dan rekan-rekannya akan terus berlanjut di sisa musim ini dalam upaya mereka untuk bertahan di Liga Primer.