Pemerintah Kota Tangerang menggelar acara pernikahan massal bertajuk Tangerang Ngebesan yang diikuti oleh total 106 pasangan. Rinciannya, 97 pasangan beragama Muslim dan 9 pasangan non-Muslim. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang sekaligus upaya pelestarian budaya Betawi.
Perkuat Persatuan dan Identitas Budaya
Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyatakan bahwa Tangerang Ngebesan lebih dari sekadar perayaan pernikahan. Menurutnya, kegiatan ini adalah wujud nyata dari upaya merawat nilai-nilai budaya dan memperkuat persatuan di antara warga. Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri acara di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Kamis (12/02/2026).
“Tangerang Ngebesan ini bukan sekadar resepsi, tetapi wujud kebersamaan dan identitas budaya kita. Kota Tangerang milik semua, dan kebahagiaan hari ini adalah kebahagiaan bersama,” ujar Sachrudin dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (13/2/2026).
Prosesi Adat Betawi yang Kental
Daya tarik utama acara ini terletak pada kentalnya nuansa prosesi adat Betawi. Tradisi Palang Pintu, yang menampilkan atraksi silat dan adu pantun oleh jawara, menjadi sorotan utama. Kehadiran elemen budaya ini di tengah perayaan modern menunjukkan komitmen kota untuk menjaga tradisi sembari terus berkembang.
Sachrudin menambahkan bahwa seluruh pasangan peserta telah difasilitasi melalui Sidang Isbat Nikah dan Pencatatan Perkawinan sebelumnya. “Para pasangan sebelumnya telah difasilitasi melalui Sidang Isbat Nikah dan Pencatatan Perkawinan,” tuturnya.
Melalui Tangerang Ngebesan 2026, Pemerintah Kota Tangerang berupaya melengkapi kebahagiaan para pasangan dengan menyelenggarakan resepsi yang layak dan bermakna. “Melalui Tangerang Ngebesan 2026, Pemkot Tangerang menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang merawat kebahagiaan warganya, menjaga budaya, dan memperkuat persatuan dalam keberagaman,” jelasnya.
Antusiasme Peserta
Salah satu pasangan peserta dari penganut Konghucu, Owen dan Mishel, menyambut baik penyelenggaraan Tangerang Ngebesan. Mereka menilai acara ini berhasil menciptakan rasa kebersamaan sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya.
“Kami merasa bangga dan terharu bisa ikut dalam perayaan ini. Selain meriah, kami juga merasakan kebersamaan yang luar biasa. Semoga Kota Tangerang semakin maju dan harmonis. Terima kasih Pemkot Tangerang yang sudah ngadain acara ini,” tutup Owen.






