Berita

107 Bencana Melanda Bogor dalam Dua Hari, 842 Jiwa Terdampak dan Ratusan Bangunan Rusak

Advertisement

Bogor – Dalam kurun waktu dua hari, wilayah Kabupaten Bogor dilanda 107 bencana alam yang tersebar di 29 kecamatan. Kejadian ini berdampak pada 842 jiwa, serta merusak ratusan bangunan rumah dan fasilitas pendidikan.

Ratusan Bencana dalam 48 Jam

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat total 107 kejadian bencana terjadi pada tanggal 23 dan 24 Januari 2026. Staf Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Jalaludin, menyatakan bahwa bencana tersebut tersebar di 106 titik yang meliputi 82 desa dari 29 kecamatan di Kabupaten Bogor.

“Berdasarkan hasil kaji cepat, total kejadian bencana selama dua hari, yakni pada tanggal 23 dan 24 Januari jumlah totalnya sebanyak 107 kejadian,” ujar Jalaludin pada Senin (26/1/2026).

Dominasi Longsor dan Angin Kencang

Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah longsor, dengan total 50 kejadian. Selain itu, tercatat pula 44 kejadian angin kencang, 9 kejadian tanah bergerak, dan 4 kejadian banjir.

“Dari jenis bencana, 50 kejadiannya adalah longsor. Kemudian 44 kejadian angin kencang, 9 kejadian tanah bergerak, dan 4 kejadian banjir,” jelas Jalaludin.

Advertisement

Menurut Jalaludin, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang dan berlangsung cukup lama setiap sore hari menjadi faktor utama meningkatnya kadar air dalam tanah dan debit air sungai. Kondisi ini memicu terjadinya bencana di berbagai titik di wilayah tersebut.

Dampak Kerusakan dan Terdampak

Meskipun tidak ada laporan korban jiwa atau luka dalam 107 kejadian bencana tersebut, dampaknya terasa signifikan terhadap infrastruktur dan permukiman warga. Sebanyak 842 jiwa dilaporkan terdampak langsung oleh bencana.

Kerusakan bangunan juga cukup parah, dengan total 157 bangunan rumah mengalami kerusakan. Rinciannya, 13 rumah rusak berat, 81 rumah rusak ringan, dan 63 rumah rusak sedang. Selain itu, 2 sarana pendidikan juga mengalami kerusakan. Bencana ini juga merusak 3 jalan umum, 1 jembatan putus, dan 1 tembok penahan tanah (TPT) longsor.

“Berdasarkan kaji cepat sementara, total ada 842 jiwa terdampak, kemudian ada 157 bangunan rusak dengan rincian, 13 rusak berat 81 rumah rusak ringan dan 63 rusak sedang, serta 2 sarana pendidikan rusak. Kerusakan juga ada pada 3 jalan umum, 1 jembatan putus dan 1 TPT longsor,” pungkas Jalaludin.

Advertisement