Berita

Andre Rosiade Pastikan Lanjutan Pembangunan Jalan Sitangkai-Batusangkar Dimulai Pertengahan 2026

Advertisement

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai di kawasan Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Peninjauan ini menandai tuntasnya pembangunan tahap pertama ruas strategis yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

Dukungan Penuh Lanjutan Pembangunan

Dalam kunjungan tersebut, hadir pula Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Lima Puluh Kota Safni, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi. Kehadiran lintas pemangku kepentingan ini menegaskan keseriusan pemerintah pusat dan daerah dalam mengawal percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.

Andre Rosiade menyampaikan bahwa Menteri PU memastikan dukungan penuh untuk melanjutkan pembangunan jalan tahap kedua, yakni ruas Sitangkai-Batusangkar di Kabupaten Tanah Datar sepanjang sekitar 25 kilometer. Pembangunan tahap kedua ini direncanakan mulai dikerjakan pada pertengahan 2026.

“Alhamdulillah tahap pertama Payakumbuh-Sitangkai sudah tuntas. Pak Menteri PU juga memastikan pembangunan dilanjutkan sampai ke Batusangkar. Jalan ini sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus penggerak ekonomi kawasan,” ujar Andre Rosiade, yang juga Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, dalam keterangan tertulis, Rabu (28/1/2026).

Kesiapan Pendanaan dan Kendala Lahan

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah pusat pada prinsipnya siap mendukung pendanaan pembangunan lanjutan. Namun, hal tersebut dengan catatan persoalan pembebasan lahan harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.

“Dari sisi anggaran, Kementerian PU siap mendukung. Prinsipnya jelas, selama lahannya clean and clear, pembangunan bisa langsung kita dorong,” kata Dody Hanggodo.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman di berbagai daerah, keterlambatan proyek infrastruktur nasional umumnya bukan disebabkan keterbatasan anggaran, melainkan kendala lahan yang belum tuntas. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah provinsi dan kabupaten terkait bergerak cepat memastikan kesiapan lahan agar proyek tahap kedua tidak tertunda.

“Kalau lahannya sudah siap, tidak ada alasan untuk menunda. Jalan ini sangat strategis bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Advertisement

Spesifikasi Teknis dan Aspek Keselamatan

Pembangunan ruas Payakumbuh-Sitangkai sepanjang hampir enam kilometer ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian PU, dalam rangka memperbaiki jalan daerah yang rusak dan terkendala keterbatasan anggaran. Proyek ini dibangun menggunakan konstruksi beton (rigid pavement) dengan nilai anggaran sekitar Rp75 miliar.

Konstruksi beton dipilih karena tingginya aktivitas angkutan berat, khususnya kendaraan tambang galian C di kawasan tersebut. Penggunaan aspal dinilai tidak akan bertahan lama akibat beban tonase kendaraan yang tinggi dan berpotensi mempercepat kerusakan jalan.

Selain pembangunan jalan utama, aspek keselamatan juga menjadi perhatian pemerintah. Atas usulan Bupati Tanah Datar Eka Putra, pemerintah pusat akan membangun jalur penyelamat untuk mengantisipasi kecelakaan lalu lintas, terutama risiko truk mengalami rem blong di jalur rawan.

Pembangunan jalur penyelamat tersebut memerlukan koordinasi lintas instansi karena sebagian lahan berada di area milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Andre Rosiade memastikan dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan dengan Direktur Utama PT KAI guna membahas penyerahan lahan, tidak hanya untuk jalur penyelamat, tetapi juga mendukung rencana pembangunan flyover Padang Luar.

Peran Pemerintah Daerah dan Manfaat Jangka Panjang

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyatakan kesiapan pemerintah provinsi dalam menjaga keberlanjutan proyek melalui pengendalian perizinan dan pengawasan tonase kendaraan yang melintas.

“Pemerintah provinsi siap mengawal pengaturan tonase dan perizinan agar jalan yang dibangun pemerintah pusat ini tidak cepat rusak. Ini tanggung jawab bersama agar investasi besar dari pusat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Pembangunan jalan Payakumbuh-Sitangkai hingga Sitangkai-Batusangkar diharapkan menjadi penghubung strategis antarwilayah, memangkas waktu tempuh, serta memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Luhak Nan Tuo dan sekitarnya.

Advertisement