Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa penanganan pascabencana di Sumatera menunjukkan perbaikan signifikan. Ia mengonfirmasi bahwa pasokan listrik, LPG, dan BBM di daerah terdampak bencana kini berangsur normal.
Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (22/1/2026). Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya memulihkan layanan energi bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Upaya Pemulihan Layanan Energi
“Bencana, sudah kita alhamdulillah semakin hari semakin baik,” ujar Bahlil.
Untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik sementara, Kementerian ESDM telah mengirimkan 1.000 unit genset ke daerah-daerah yang infrastrukturnya belum pulih sepenuhnya. “Kita kemarin terakhir kirim 1.000 genset bagi daerah-daerah yang belum bisa kita bangunkan infrastrukturnya,” jelasnya.
Selain listrik, pasokan LPG dan bahan bakar minyak (BBM) juga dilaporkan mulai kembali normal di sebagian besar wilayah terdampak. Namun, Bahlil mengakui bahwa masih ada beberapa desa yang belum sepenuhnya dapat diakses.
“LPG sudah mulai normal, BBM juga sudah mulai normal, namun ada beberapa daerah yang belum bisa kita lalui, desa-desa, kita juga melakukan perbaikan terus-menerus. Insyaallah kita doakan,” katanya.
Bantuan Ribuan Kompor Gas
Pemerintah juga telah menyalurkan ribuan kompor gas untuk membantu kebutuhan masyarakat di daerah bencana. “Kemarin saya kirim 3.000 kompor gas, yang belum itulah tabungnya,” ungkap Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar ini memastikan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi mendalam terkait penanganan bencana. “Jadi saya setiap hari melakukan evaluasi untuk mengecek perkembangan di sektor SDM terkait dengan penanganan bencana,” tuturnya.






