Surabaya – Seorang balita berusia 4 tahun di Surabaya menjadi korban penganiayaan sadis oleh paman dan bibinya sendiri. Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami luka-luka dan sebagian rambutnya dipangkas hingga botak. Polisi kini masih mendalami motif sebenarnya di balik aksi keji tersebut.
Penganiayaan Diduga Berlangsung Dua Bulan
Peristiwa mengerikan ini terjadi di sebuah kamar kos di Jalan Bangkingan, Lakarsantri, Surabaya. Berdasarkan keterangan awal, balita malang tersebut diduga telah disiksa oleh paman dan bibinya selama kurang lebih dua bulan. Pihak kepolisian masih terus menggali keterangan lebih lanjut mengenai detail penganiayaan yang dialami korban.
Kasat PPA dan TPPO Polrestabes Surabaya, AKBP Melatisari, menyatakan bahwa pengakuan awal dari kedua tersangka adalah karena korban dianggap ‘nakal dan sulit diatur’. Namun, polisi belum merinci lebih lanjut mengenai bentuk kenakalan yang dimaksud oleh para pelaku.
“Sementara pengakuan tersangka karena anak tersebut nakal dan sulit diatur,” ujar Melati pada Minggu (15/2/2026), seperti dilansir dari detikJatim.
Terungkap Berkat Teriakan Minta Tolong
Kasus ini terungkap pada Senin (9/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban yang saat itu terkunci di dalam kamar kos, berteriak meminta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh tetangganya yang kemudian melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib.
Petugas kepolisian segera bertindak setelah menerima laporan dan berhasil menangkap paman serta bibi korban. Keduanya kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif sebenarnya dan proses hukum lebih lanjut.






