Berita

Sultan HB X Tanggapi Pernyataan GKR Mangkubumi: Jogja dan Bali Berbeda, Tak Perlu Dibandingkan

Advertisement

Yogyakarta – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, menanggapi kekhawatiran Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, GKR Mangkubumi, terkait pembangunan di Gunungkidul yang dinilai berpotensi menyerupai Bali. Sultan menegaskan bahwa Yogyakarta dan Bali memiliki perbedaan mendasar dan tidak perlu diperbandingkan.

Perbedaan Mendasar Jogja dan Bali

“Ya kita tidak usah diperbandingkan dengan Bali. Kan memang beda Jogja sama Bali,” ujar Sultan kepada wartawan usai menghadiri pelantikan dan pengukuhan pengurus Kadin kabupaten/kota se-DIY, Minggu (15/2/2026). Menurut Ngarsa Dalem, perbedaan tersebut sangat kentara dalam hal kultur dan budaya. Ia menekankan pentingnya memegang teguh serta terus melestarikan kebudayaan Yogyakarta.

“Ya kota wisata, tapi kan culture masyarakatnya kan memang beda. Jadi tidak usah membanding-membandingkan. Jogja ya untuk Jogja sendiri,” tegasnya.

Sikap Terhadap Investor

Sultan HB X juga menyatakan sikapnya terkait minat investor yang ingin menanamkan modal di DIY. Ia mempersilakan para investor untuk menentukan pilihan sektor investasinya.

“Ya terserah investor kalau itu (mau menanamkan modal di sektor pariwisata atau tidak),” katanya.

Advertisement

Kekhawatiran GKR Mangkubumi

Sebelumnya, GKR Mangkubumi menyuarakan keprihatinan atas potensi pembangunan di Gunungkidul yang diarahkan menyerupai Bali. Ia menekankan pentingnya menjaga identitas khas Yogyakarta dalam setiap pembangunan.

“Banyak investor menyampaikan bahwa pembangunan di Gunungkidul mau dibuat seperti Bali,” kata GKR Mangkubumi saat Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Kabupaten Gunungkidul di Wonosari, Gunungkidul, Senin (9/2). Mangkubumi mendesak pengurus Kadin Gunungkidul untuk senantiasa menjaga identitas daerah dalam proses pembangunan.

Ia mengakui bahwa investasi di Gunungkidul terus mengalir deras, namun pembangunan harus tetap selaras dengan visi misi daerah. “Dan saya selalu menyampaikan, kita adalah Jogja, bukan Bali,” tegasnya.

Pentingnya Kepatuhan Aturan

Selain menjaga identitas, Mangkubumi juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan tata ruang, termasuk sempadan pantai. Ia juga menekankan agar memilih industri yang ramah lingkungan dan tidak merusak alam.

Advertisement