Jakarta – Seorang balita berusia tiga tahun mengalami luka setelah terjatuh dari balkon lantai dua sebuah rumah kontrakan di kawasan Rawabunga, Jatinegara, Jakarta Timur. Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, di rumah yang sama dihuni dua anak lainnya.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur, Kompol Sri Yatmini, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan warga, kedua orang tua anak-anak tersebut tidak berada di rumah saat kejadian karena sang ibu sedang bekerja. Warga juga melaporkan sempat terdengar cekcok antara orang tua korban sebelum insiden tersebut terjadi.
Peristiwa yang viral di media sosial ini memicu perhatian publik. Anak yang terjatuh, berinisial AC (3), adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakak tertuanya berinisial PI (8), dan adiknya berinisial GKI (2). Ketiganya sempat dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk asesmen bersama UPT PPPA.
Sri Yatmini menambahkan bahwa orang tua ketiga anak tersebut telah menyatakan keberatan secara tertulis untuk menempatkan anak-anak mereka di rumah aman pascakejadian. Pernyataan tersebut dibuat bermaterai dan disaksikan oleh Ketua RT serta warga setempat. Pihak kepolisian pun telah meminta orang tua untuk memberikan pengasuhan dan penjagaan yang lebih baik kepada anak-anak mereka di masa mendatang.
Polisi mengedepankan perlindungan anak dan pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Imbauan juga disampaikan kepada orang tua agar tidak meninggalkan anak tanpa pengawasan, terutama di lingkungan rumah yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Kondisi Anak Saat Ditemukan
Awalnya, polisi menerima informasi mengenai kejadian tersebut dari unggahan di media sosial Facebook yang memperlihatkan seorang anak kecil terjatuh dari lantai dua rumah. Setelah melakukan penelusuran, polisi menemukan rumah tempat kejadian perkara di wilayah Rawa Bunga, Jatinegara. Akses menuju lokasi yang relatif sempit dibantu oleh tokoh masyarakat, RT, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta aparat kelurahan.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati rumah dalam keadaan terkunci dari luar. Setelah dibantu warga untuk membuka paksa pintu, petugas menemukan salah satu anak dalam kondisi terluka akibat terjatuh dari lantai dua. Anak tertua dilaporkan tidak diizinkan sekolah pada hari itu dan diminta menjaga kedua adiknya, salah satunya dalam kondisi sakit.
Kondisi lingkungan di dalam rumah dinilai tidak aman bagi anak-anak, dengan adanya colokan listrik, kompor, dan peralatan rumah tangga lain tanpa pengawasan orang dewasa. Warga sekitar menyebutkan bahwa beberapa waktu sebelumnya, ibu korban sempat terlibat pertengkaran dengan teman dekatnya yang tinggal serumah. Diduga, anak korban melihat kejadian tersebut, kemudian mengambil kursi kecil dan naik ke balkon lalu melompat.
Lebih memprihatinkan lagi, ketiga anak tersebut diduga kerap ditinggalkan sendirian di rumah dan terkunci dari luar. Para tetangga mengaku sering mendengar anak-anak itu berteriak meminta makan, bahkan terkadang makanan dilempar melalui balkon oleh tetangga karena anak-anak terkunci di dalam. Saat ditemukan, ketiga anak tersebut dalam kondisi lapar.
Saat ini, ketiga anak tersebut berada dalam perlindungan Unit PPA dan menjalani asesmen bersama UPT PPA untuk pemulihan fisik dan psikologis. Sri Yatmini mengapresiasi kepedulian warga yang melaporkan kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa. “Jika orang tua merasa tidak mampu mengasuh anak, negara hadir. Kami memiliki rumah aman. Silakan diserahkan secara tertulis. Jangan sampai anak-anak ditinggalkan tanpa pengawasan,” tegas Sri.
Masyarakat juga diminta segera melapor melalui layanan darurat 110 bila mengetahui dugaan penelantaran anak. Kasus ini masih dalam penanganan Polres Metro Jakarta Timur, termasuk pendalaman terhadap orang tua para korban. “Berikan informasi lengkap dan benar agar kami bisa segera menjangkau lokasi,” katanya.






