JAKARTA, 20 Januari 2026 – Banjir yang melanda sejumlah jalur kereta api memaksa PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta membatalkan 11 perjalanan kereta dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir. Situasi ini mendorong calon penumpang untuk mencari alternatif transportasi lain, termasuk menyewa mobil dan menggunakan jasa travel.
Penumpang Terpaksa Cari Alternatif
Mayla, seorang penumpang asal Depok, Jawa Barat, menceritakan pengalamannya yang terpaksa menyewa mobil dari Tegal, Jawa Tengah, menuju Jakarta setelah perjalanannya menggunakan KA Tegal Bahari dibatalkan. Meskipun lebih mahal, keputusan ini diambil demi kelangsungan perjalanan keluarganya.
“Iya kita berlima, jadi akhirnya kita nyarter mobil. Iya dari Tegal sampai ke Jakarta. (Biayanya) lebih mahal Rp 500 ribu,” ujar Mayla saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).
Mayla dan empat anggota keluarganya seharusnya berangkat pada sore hari. Setelah mengetahui pembatalan, ia segera melakukan refund tiket secara online untuk empat tiket. Namun, satu tiket milik ayahnya tidak dapat di-refund secara online, sehingga mengharuskannya mendatangi Stasiun Gambir.
“Nah, yang empat itu udah di-refund sebenarnya lewat aplikasi, tapi yang satu ini punya ayah aku nggak bisa, jadi aku harus ke sini gitu buat tanya,” jelasnya.
Keluarga Mayla sudah berada di Stasiun Tegal sejak sore kemarin dan mendapati informasi pembatalan. “Jadi kita udah di situ, udah dari setengah jam sebelum keretanya ada gitu. Dan pada saat kita datang, itu posisinya emang lagi ramai, ramai antre pembatalan tiket gitu. Terus habis itu sebenarnya keluarga aku tuh kayak nggak tahu kan pas awal datang itu. Kita kayak mikir ‘Oh mungkin kereta kita masih belum, nggak dibatalkan’, jadi kita tetap masuk (ke stasiun). Ternyata pas di dalam, kena juga kereta kita dibatalkan gitu,” tuturnya.
Mayla berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi bagi PT KAI. Ia juga berharap agar banjir yang menggenangi rel segera ditangani, mengingat genangan air tersebut sudah terjadi sejak Jumat dan berdampak pada banyak pembatalan kereta.
“Ya semoga ke depannya kalau memang ada kayak gini juga, semoga segera ditangani gitu. Setahu aku soalnya banjirnya tuh udah dari hari Jumat. Jumat itu Semarang kena, nah terus habis itu kemarin itu Pekalongan gitu. Jadi kan emang banyak yang dibatalkan juga, setahu aku ada 13 deh kereta yang dibatalkan,” ungkapnya.
Travel Menjadi Alternatif Lebih Murah
Penumpang lain, Sandi, juga memilih alternatif transportasi lain. Ia yang semula berencana menggunakan KA Sembrani menuju Tegal, Jawa Tengah, akhirnya beralih ke mobil travel.
“Pakai travel saya. Lebih murah sih. Cuma lebih lama aja,” kata Sandi di Stasiun Gambir.
Sandi berencana berangkat malam ini menuju Cirebon, Jawa Barat, menggunakan travel. Ia akan memesan tiket travel setelah menerima pengembalian dana tiket keretanya.
“Belum, kayaknya malam berangkatnya. Saya ke Cirebon aja lah. Untung uangnya dikembaliin sih. Jadi saya bisa pake buat pesan travel,” ucapnya.
KAI Jelaskan Alasan Pembatalan
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pembatalan 11 perjalanan kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir terpaksa dilakukan akibat banjir di sejumlah lokasi jalur rel di wilayah Pekalongan.
“Langkah ini terpaksa diambil karena tingginya potensi kelambatan apabila perjalanan tetap dijalankan melalui jalur terdampak,” kata Franoto, dilansir Antara, Senin (19/1).
Franoto menambahkan, informasi pembatalan telah disampaikan kepada calon penumpang melalui SMS blast dan kanal resmi lainnya. KAI memberikan pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi penumpang yang jadwalnya dibatalkan. Pengembalian dapat dilakukan hingga H+7 sejak tanggal keberangkatan melalui loket stasiun, aplikasi, kanal penjualan tiket resmi, maupun Contact Center KAI 121.
“Seluruh keputusan operasional kami ambil semata-mata untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api. KAI terus melakukan evaluasi dan pemantauan hingga operasional kembali normal,” tutup Franoto.






