JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat bencana yang melanda Sumatera per Selasa, 6 Januari 2026, telah mencapai 1.178 orang. Angka ini mencakup korban dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Update Korban Jiwa dan Hilang
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa penambahan korban jiwa masih terjadi. “Per hari ini Selasa 6 Januari masih ada penambahan dari Tapanuli Tengah korban meninggal dunia satu jiwa sehingga total korban per hari ini menjadi 1.178 jiwa,” ujar Muhari dalam konferensi pers pada Selasa (6/1/2026).
Data BNPB menyoroti Aceh sebagai provinsi dengan jumlah korban meninggal terbanyak, yaitu 543 jiwa. Sementara itu, wilayah Agam di Sumatera Barat mencatat jumlah korban hilang terbanyak, mencapai 74 orang.
Situasi Pengungsi dan Status Tanggap Darurat
Terkait pengungsi, Aceh masih menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, mencapai 217.780 jiwa. Kabupaten Aceh Tamiang menjadi wilayah dengan pengungsi terbanyak di Aceh, yaitu 74.735 jiwa.
Hingga kini, sembilan kabupaten di Aceh masih berstatus tanggap darurat bencana. Aceh menjadi satu-satunya provinsi yang masih mempertahankan status tersebut.
Transisi Darurat di Sumatera Utara dan Barat
Berbeda dengan Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah beralih ke status transisi darurat. “Untuk Sumatera Utara saat ini semuanya sudah beralih ke transisi darurat dan begitu juga Sumatera Barat,” jelas Muhari.
Penetapan status transisi darurat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada hari ini menandai seluruh wilayah provinsi tersebut telah berada dalam fase pemulihan. “Artinya memang proses-proses yang kita lakukan di fase awal recovery dan pemulihan ini sudah mulai dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, dan kita harapkan juga nanti di Aceh juga akan mengikuti,” pungkas Muhari.






