Berita

BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 91 S, Waspada Gelombang 4 Meter di Natuna

Advertisement

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya Bibit Siklon Tropis 91 S yang berpotensi memicu peningkatan kecepatan angin dan gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia. Bibit siklon ini terdeteksi berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu.

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi pada periode 6 hingga 9 Januari 2026. Peningkatan ketinggian gelombang hingga 4 meter diperkirakan terjadi di beberapa wilayah perairan, termasuk Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia.

“Bibit Siklon Tropis 91S (11.0°LS, 97.4°BT) di Samudra Hindia barat daya Bengkulu memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan Indonesia,” demikian pernyataan resmi dari Biro Hukum, Humas, dan Kerjasama BMKG pada Selasa (6/1/2026).

Pola Angin dan Kecepatan Tertinggi

Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 6 hingga 25 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan yang sama.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara dan Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung,” tambah BMKG.

Advertisement

Perkiraan Tinggi Gelombang

Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang dengan ketinggian bervariasi:

  • 1,25 – 2,5 meter: Laut Maluku, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai, Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan NTT, Laut Jawa bagian timur, Laut Flores, Laut Arafuru bagian barat, Laut Arafuru bagian timur, Samudra Pasifik utara Papua, Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Kep. Nias, Samudra Hindia barat Bengkulu, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Tengah, Selat Karimata bagian utara, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Laut Arafuru bagian tengah, Laut Arafuru bagian Utara.
  • 2,50 – 4 meter: Laut Natuna Utara, Samudra Hindia selatan Jawa Timur, Samudra Hindia selatan NTB, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta, Samudra Hindia selatan Bali, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat.

Risiko Keselamatan Pelayaran

BMKG menekankan bahwa potensi gelombang tinggi ini dapat menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berikut adalah imbauan BMKG terkait kecepatan angin dan tinggi gelombang yang perlu diwaspadai:

Jenis Moda Transportasi Kecepatan Angin (knot) Tinggi Gelombang (meter)
Perahu Nelayan ≥ 15 > 1,25
Kapal Tongkang ≥ 16 > 1,5
Kapal Ferry ≥ 21 > 2,5
Advertisement