Berita

Daryono Mundur dari BMKG: Gempa Tak Membunuh, Bangunan Tak Aman yang Jadi Ancaman

Advertisement

Pemerhati gempa bumi dan tsunami, Daryono, resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dalam pesan terakhirnya, Daryono menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan bangunan saat terjadi gempa.

Bangunan Aman Kunci Utama Selamat dari Gempa

Daryono mengingatkan bahwa ancaman sesungguhnya saat gempa bukanlah getaran itu sendiri, melainkan bangunan yang tidak kokoh. “Pesan untuk masyarakat gempa bumi tidak membunuh, bangunan yang tidak amanlah yang membunuh,” ujar Daryono kepada wartawan pada Minggu (15/2/2026).

Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk memastikan bangunan tempat tinggal mereka dibangun atau direnovasi sesuai dengan prinsip tahan gempa. Selain itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali potensi risiko bencana di wilayah masing-masing.

“Pastikan rumah dibangun atau direnovasi sesuai prinsip tahan gempa. Kenali risiko wilayah tempat tinggal,” tuturnya lebih lanjut.

Mitigasi dan Kesadaran Hadapi Bencana

Lebih lanjut, Daryono mengimbau masyarakat untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil ketika gempa terjadi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu atau hoaks. Ia menekankan pentingnya merujuk informasi kebencanaan pada sumber resmi.

“Latih keluarga untuk tahu apa yang harus dilakukan saat gempa. Jangan mudah terpancing hoax; rujuk informasi pada sumber resmi,” katanya.

Advertisement

Bagi Daryono, mitigasi bencana bukan sekadar menunggu bantuan, melainkan membangun kesadaran kolektif. Ia menegaskan bahwa meskipun pergerakan lempeng bumi tidak dapat dihentikan, risiko yang ditimbulkannya dapat dikurangi secara signifikan.

“Kita tidak bisa menghentikan pergerakan lempeng bumi, tetapi kita bisa menghentikan gempa menjadi bencana (mengurangi risikonya),” jelas Daryono.

Pergantian Jabatan di BMKG

Menyusul pengunduran diri Daryono, posisi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG kini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), Rahmat Triyono. Kabag Humas BMKG, Taufan Maulana, membenarkan kabar tersebut dan menyatakan bahwa Daryono telah memasuki masa purnabakti.

“Betul, beliau sudah memasuki purnabakti,” kata Taufan saat dikonfirmasi secara terpisah.

Advertisement