Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, mendesak Google untuk segera mendiskusikan dan mengambil keputusan terkait isu publisher right di Indonesia. Ia menilai kerja sama antara perusahaan pers dan Google sebagai platform media sangat penting demi kemajuan jurnalisme di era digital.
AI Ancam Jurnalisme Tradisional
Komaruddin menyampaikan bahwa di tengah maraknya perkembangan kecerdasan buatan (AI), masyarakat kini semakin mudah dalam mencari informasi. Aplikasi AI bahkan mampu menjawab berbagai pertanyaan publik dengan mencatut hasil kerja jurnalistik media massa.
“Sebagian diambil dari tulisan jurnalistik. Di situ ada wartawan yang capek kerja, tapi kemudian masuk ke Google, orang lain dengan mudah mengambil. Itu hal positif. Negatifnya, ada yang dirugikan, yaitu publisher lain. Isu itu penting untuk didiskusikan,” ujar Komaruddin dalam acara diskusi Google News Initiative di Kota Serang, Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, “Dia capek kerja, tak ada insentif, tak ada royalti, dan ini dampak negatif.”
Perlunya Kolaborasi Google dan Media
Menurut Komaruddin, persoalan publisher right ini harus menjadi topik pembicaraan serius antara pihak Google dan perusahaan media. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas.
“Ke depan, mari kita pecahkan dan selesaikan bersama sehingga Google berkembang, tetapi pers juga berkembang. Kerja sama ini akan kita bicarakan bersama,” katanya.
Jurnalisme Tetap Butuh Verifikasi Manusia
Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, mengakui bahwa jurnalisme saat ini menghadapi tantangan disrupsi informasi. Namun, ia menekankan pentingnya jurnalisme untuk mempertahankan kredibilitas dan keakuratan agar tetap relevan.
“Jurnalisme punya disiplin, yaitu disiplin verifikasi. Disiplin inilah yang mungkin pada suatu saat ChatGPT bisa melakukannya. Namun demikian, verifikasi yang mendalam dan autentik tetap membutuhkan manusia,” tegas Nezar Patria.






