Berita

Diperiksa Bareskrim, Komika Pandji Pragiwaksono Akui Candaan Adat Toraja 2013 Tak Peka

Advertisement

Komika Pandji Pragiwaksono menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Senin (2/2/2026) terkait dugaan penghinaan terhadap adat Toraja. Kasubdit 1 Siber Bareskrim Polri Kombes Rizky mengonfirmasi pemeriksaan tersebut. “Betul (Pandji diperiksa) terkait laporan tentang adat Toraja,” ujar Kombes Rizky saat dikonfirmasi.

Kombes Rizky menambahkan bahwa Pandji Pragiwaksono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi dan kasus ini telah memasuki tahap penyidikan. “Betul (Diperiksa sebagai saksi). Betul (tahap) penyidikan,” ucapnya.

Pandji Pragiwaksono membenarkan telah menerima panggilan polisi terkait kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa materi yang dipermasalahkan berasal dari pertunjukan stand up comedy yang dilakukannya pada tahun 2013. “Dapat panggilan untuk terkait kasus yang Toraja. Siapa pelapornya? Gua lupa. Bukan, bukan (kasus) Mens Rea. Ini untuk pertunjukkan lain lagi yang sudah lama. Pertunjukkannya tahun 2013, kemudian dipermasalahkan sekarang,” ujar Pandji kepada wartawan.

Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf sebelumnya, Pandji menyatakan akan tetap mengikuti proses pemeriksaan di Bareskrim. “Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada bisa dilihat publik juga. Tapi mungkin ini meneruskan laporan aja kali ya. Saya ikutin prosesnya aja,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan yang berlangsung, Pandji mengaku dicecar 48 pertanyaan yang seluruhnya berkaitan dengan materi lawakan tunggalnya. “Tadi sebenarnya sudah dikatakan sudah di tahap penyidikan. 48 (pertanyaan). (Ditanyai) Seputar materi video stand up saya, materi dalam video saya,” ucapnya.

Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh Aliansi Pemuda Toraja ke Bareskrim Polri. Laporan tersebut muncul setelah salah satu materi lawakan tunggalnya yang membahas prosesi pemakaman adat Toraja dinilai menghina suku tersebut. Materi yang kini menjadi polemik tersebut sebenarnya merupakan bagian dari pertunjukan stand up comedy Pandji pada tahun 2013.

Dalam materi lawakannya, Pandji menyinggung soal biaya pemakaman adat Toraja yang dinilai sangat mahal. “Di Toraja, dan ini pasti ada yang tahu, kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget. Bener nggak gue? Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang nggak punya duit untuk makaminakhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu,” kata Pandji dalam potongan video yang beredar.

Advertisement

Pandji melanjutkan materinya dengan menggambarkan kondisi jenazah yang belum dimakamkan karena terkendala biaya. Ia bahkan melakukan impersonasi sebagai orang asing yang bertamu dan melihat jenazah di ruang tamu. “Ini praktik yang umum, misalkan, ada anggota keluarganya yang meninggal, nggak punya duit nih, jenazahnya ditaruh aja di ruang tamu dan untuk keluarganya sih biasa-biasa aja, untuk keluarga yang meninggal, tapi kan kalau ada yang bertemu bingung kan,” kata Pandji.

Ia menambahkan, “Nonton apa pun di TV berasa horor. Lagi nonton Teletubies gitu, ngeri pasti. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat ada kuncirnya di atas,” ujar Pandji seraya melakukan impersonasi.

Materi lawakan yang dibawakan 12 tahun silam ini tidak hanya berujung pada proses hukum, tetapi juga tuntutan adat dari perwakilan masyarakat Toraja.

Pandji Minta Maaf

Melalui unggahan di Instagram pribadinya pada hari ini, Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf atas materi lawakannya yang dinilai telah menghina adat Toraja. Ia mengaku telah berdiskusi dan menyadari bahwa candaannya tersebut tidak peka.

“Tadi malam, saya berdialog dengan Ibu Rukka Sombolinggi, Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). Dalam pembicaraan kami lewat telepon, Ibu Rukka menceritakan dengan sangat indah tentang budaya Toraja tentang maknanya, nilainya, dan kedalamannya. Dari obrolan itu, saya menyadari bahwa joke yang saya buat memang ignorant, dan untuk itu saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Toraja yang tersinggung dan merasa dilukai,” ujar Pandji.

Advertisement