Panitia Natal Nasional PDI Perjuangan menggelar bakti sosial di sejumlah wilayah terdampak bencana, khususnya di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Sumatera Utara (Sumut). Kegiatan yang berlangsung sejak Kamis (22/1) hingga Sabtu (24/1) ini mengusung tema ‘Gotong Royong dalam Kasih Allah’.
Perayaan Natal ini difokuskan pada posko-posko pengungsian korban bencana di Kecamatan Tukka Desa Hutanabolon, Kecamatan Badiri, hingga Sibolga. Ketua panitia Natal Nasional PDIP, Marinus Gea, menyatakan bahwa perayaan Natal bersama pengungsi di Tapanuli Tengah diharapkan dapat membawa kebahagiaan dan menjadi bukti kepedulian partai.
“Ini membuktikan kepedulian dan kehadiran PDI Perjuangan di tengah-tengah masyarakat, bahwa PDI Perjuangan mengusung prinsip menangis dan tertawa bersama rakyat. Kami dari panitia Natal Nasional PDIP berbagi kasih bersama rakyat,” kata Marianus Gea, dalam keterangannya, Minggu (25/1/2026).
Marianus Gea menuturkan bahwa perayaan Natal Nasional bersama warga terdampak bencana merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Pemilihan lokasi Gereja HKBP Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng, juga memiliki makna tersendiri.
“Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri menginstruksikan agar Natal Nasional dilaksanakan bersama saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Kita ingin hadir, merasakan apa yang mereka rasakan, dan berbagi pengharapan dan sukacita,” tutur Marianus.
Ia menjelaskan bahwa perayaan Natal Nasional bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi iman dan aksi nyata. “Sebagaimana hakikat Natal, Tuhan Yesus hadir membawa keselamatan melalui pengorbanan. Demikian pula kita sebagai anak bangsa, bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,” terang Marianus.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu menyambut baik kegiatan sosial ini sebagai bentuk kebersamaan partai dengan warga terdampak bencana. PDIP juga berencana membangun 50 unit hunian sementara.
“Kehadiran PDI Perjuangan sebagai bentuk semangat kebersamaan. Pada kesempatan ini akan dilakukan pembangunan 50 unit hunian sementara,” kata Masinton dalam sambutannya.
Bantuan yang diberikan meliputi peralatan kebersihan dan perlengkapan sekolah untuk para pengungsi. Selain itu, tim juga memberikan trauma healing kepada korban pascabencana.
Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menjelaskan bahwa Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati juga disiagakan untuk korban bencana. Pada perayaan tersebut, PDIP dan pengungsi juga turut merayakan HUT ke-79 Megawati Soekarnoputri.
“Selama periode ini, masyarakat atau pun para korban bencana dipersilakan datang dan akan mendapatkan layanan kesehatan gratis di RS Apung Laksamana Malahayati,” kata Ribka Tjiptaning. “Selain pengobatan gratis, pada tanggal 23 adalah hari ulang tahun Ibu Megawati Soekarnoputri. Kita akan merayakannya bersama pengungsi,” imbuhnya.






