Mojokerto – Gelaran Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Acara yang menampilkan puluhan sound horeg ini berlangsung dari siang hingga menjelang subuh, memicu protes dari warganet.
Kemeriahan dan Kontroversi
Karnaval budaya tersebut menghadirkan 32 regu peserta yang menampilkan sound horeg berdaya besar, penari ternama, dan arak-arakan budaya. Di balik kemeriahan itu, terungkap bahwa total dana yang dihabiskan untuk acara ini ditaksir mencapai Rp 1,6 miliar.
Medali Spectacular Carnival (MSC) 2026 diselenggarakan pada Sabtu (14/2/2026) mulai pukul 14.00 WIB di Desa Medali. Acara ini diikuti oleh 32 regu yang terdiri dari perwakilan RT, Karang Taruna, pelaku UMKM, hingga Pemerintah Desa Medali.
Durasi acara yang molor dari jadwal menjadi penyebab utama kemarahan warganet. Suara dentuman sound horeg yang keras terdengar hingga waktu salat subuh, mengganggu ketenangan warga.
Penjelasan Panitia dan Polisi
Kepala Desa Medali, Miftahuddin, membenarkan bahwa acara tersebut memang melebihi jadwal yang direncanakan. Ia mengungkapkan estimasi total biaya karnaval mencapai Rp 1,6 miliar.
“Kalau rata-rata Rp 50 juta per peserta, tinggal dikalikan 32 peserta, Rp 1,6 miliar,” ungkap Miftahuddin kepada detikJatim, Senin (16/2/2026).
Pihak kepolisian juga memberikan penjelasan terkait kelanjutan acara hingga subuh. Kapolsek Puri, AKP Sutakat, menyatakan bahwa izin keramaian sejatinya hanya diberikan sampai pukul 23.00 WIB.
“Karena peserta terlalu banyak sehingga molor. Kami sampaikan ke panitia kalau waktunya sudah habis. Dari panitia menyampaikan belum selesai. Akhirnya kami komunikasi dengan panitia dan masyarakat di situ, akhirnya kami lanjutkan sampai sekitar jam 4,” kata Sutakat.






