Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endro Hermono, bersama Kementerian Agama RI telah menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) kepada ratusan siswa madrasah di Kota Blitar. Kegiatan ini difokuskan pada siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin, dengan tujuan utama mencegah putus sekolah dan memperluas akses pendidikan yang berkeadilan di lingkungan madrasah.
Tujuan Program Indonesia Pintar
Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mengurangi kesenjangan pendidikan bagi siswa kurang mampu. Bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintahan Prabowo Subianto dalam memastikan anak-anak dari keluarga miskin dapat melanjutkan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Aliyah (MA) tanpa hambatan ekonomi.
Dalam penyaluran tersebut, sebanyak 140 siswa MI Pesantren Tanggung menerima bantuan senilai Rp450.000 per orang. Sementara itu, 70 siswa MA Negeri Blitar mendapatkan bantuan sebesar Rp1.800.000 per siswa. Dana ini ditujukan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pendidikan di luar dukungan dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dukungan untuk Mencegah Putus Sekolah
Endro Hermono menyatakan bahwa bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. “Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak yang terhambat dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Tujuan utama dari program ini adalah untuk mencegah putus sekolah dan meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak kita dari keluarga miskin,” kata Endro dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (13/1/2026).
Menurut Endro, yang juga merupakan kader Partai Gerindra, PIP dirancang untuk menghapus hambatan ekonomi, mencegah siswa putus sekolah, serta mendukung biaya-biaya pendidikan seperti pembelian seragam, alat tulis, dan transportasi. Program ini juga menyasar peningkatan partisipasi pendidikan anak usia 6 hingga 21 tahun dan mendukung pelaksanaan wajib belajar 12 tahun.
“Dengan adanya bantuan ini, kami optimis siswa-siswa akan tetap bersekolah hingga menyelesaikan pendidikan mereka,” tambah Endro.
Komitmen Pendidikan Berkeadilan
Endro menegaskan bahwa PIP mencerminkan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan dan inklusif. “Kami ingin semua anak, terutama mereka dari keluarga miskin, mendapatkan peluang pendidikan yang sama,” tegasnya.
Sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar, Endro berharap penyaluran PIP dapat membangkitkan semangat belajar dan memperkuat motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Ia menilai, dukungan pendidikan yang konsisten akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Pemerintah berharap melalui program ini, angka putus sekolah dapat ditekan secara signifikan dan mutu pendidikan terus meningkat, terutama di kalangan siswa madrasah. “Program PIP sebagai bagian dari upaya pemerintah, menjadi salah satu solusi dalam menciptakan pendidikan yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa,” pungkasnya.






