Berita

Maling Lanyard Beraksi Sejak 2025, Pelaku Tunggal Gasak Barang di Hotel Mewah Jakarta

Advertisement

Polisi berhasil menangkap seorang pria berinisial NW (43) yang diduga telah berulang kali melakukan pencurian di sejumlah hotel bintang lima di kawasan Jakarta. Penangkapan NW dilakukan pada Jumat (13/2/2026) di Matraman, Jakarta Timur. Kanit V Resmob Polda Metro Jaya, AKP Arief Ryzki Wicaksana, menyatakan bahwa NW bertindak sebagai pelaku tunggal dan bukan bagian dari sindikat.

Aksi Berulang Sejak Agustus 2025

Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa NW telah melancarkan aksinya sejak 8 Agustus 2025. Lokasi pertama yang menjadi sasaran adalah sebuah hotel bintang lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Aksi berlanjut pada 24 Oktober 2025 di sebuah ballroom hotel bintang lima di kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Pencurian terbarunya terjadi pada 10 Februari 2026, di mana ia berhasil membawa kabur tas berisi laptop dari ballroom hotel bintang lima di Tanah Abang.

Modus Penyamaran sebagai Pekerja

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan modus operandi NW. Pelaku menyamar dengan mengenakan pakaian rapi seperti pekerja, lengkap dengan lanyard dan batik, untuk mengelabui para korban dan petugas hotel. “Pelaku diduga menyasar kegiatan seminar atau pertemuan di hotel berbintang. Ia masuk dengan penampilan rapi layaknya pekerja kantoran, mengenakan batik dan lanyard, serta membawa tas, sehingga leluasa mengambil barang korban yang ditinggal tanpa pengawasan,” kata Budi kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Advertisement

NW memanfaatkan keramaian acara di hotel untuk beraksi. Dengan penampilannya yang meyakinkan sebagai peserta atau karyawan, ia dapat dengan mudah masuk ke ruang pertemuan dan mengambil barang-barang korban yang tidak dijaga.

Penangkapan dan Barang Bukti

Setelah identitasnya terungkap, NW berhasil ditangkap di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat beraksi, termasuk satu unit laptop milik korban, lanyard, kacamata hitam, tas hitam, baju batik, celana jeans, dan sepatu.

Advertisement