Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan ke SMP Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Kamis (22/1/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kondisi sarana pendidikan pascabencana hidrometeorologi dan mendorong percepatan pemulihan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan aman dan lancar.
Pendidikan sebagai Prioritas Pemulihan
Peninjauan AHY di Aceh Tamiang merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya. Sebelumnya, ia telah meresmikan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana. Dalam kesempatan tersebut, AHY menegaskan bahwa pemulihan sektor pendidikan adalah komponen krusial dalam penanganan pascabencana yang tidak boleh tertunda. Ia menekankan bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan juga ruang pemulihan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak yang terdampak.
“Jangan sampai anak-anak kita tertinggal hanya karena fasilitas pendidikan belum sepenuhnya pulih. Memang sudah ada progres, tetapi saya ingin pemulihannya bisa didorong lebih cepat lagi,” ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu (24/1/2026).
AHY menekankan pentingnya anak-anak di Aceh Tamiang tetap memiliki masa depan yang baik melalui akses pendidikan yang layak dan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk asupan makanan bergizi. Oleh karena itu, fasilitas pendidikan diprioritaskan dalam agenda pemulihan pascabencana.
Kondisi Sekolah dan Upaya Pemulihan
Dalam peninjauan tersebut, AHY didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi, kepala sekolah, serta para guru. Mereka melihat langsung kondisi SMP Negeri 1 Karang Baru yang terdampak banjir dan endapan lumpur hingga setinggi sekitar tiga meter. Meskipun sebagian lumpur telah dibersihkan, beberapa area masih menyisakan endapan dan kondisi tanah yang lembek.
Saat ini, sejumlah ruang kelas telah dibersihkan dan dimanfaatkan sementara sebagai ruang komunal. Kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan penyesuaian: siswa kelas VII belajar di aula, kelas VIII di ruang UKS, dan kelas IX di musala. SMP Negeri 1 Karang Baru memiliki sekitar 710 siswa dari tiga jenjang kelas.
AHY menyampaikan bahwa penanganan lanjutan berupa pembersihan menyeluruh, perbaikan bangunan, dan penataan kembali ruang kelas masih dibutuhkan agar sekolah dapat berfungsi normal. Sebagai tindak lanjut, dilaporkan bahwa pada Jumat (23/1) alat berat telah mulai masuk ke area sekolah untuk mempercepat pembersihan lumpur dan perbaikan fasilitas.
Sinergi Lintas Sektor dan Dukungan Negara
AHY mengapresiasi kerja keras Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, serta seluruh pihak terkait yang bersinergi dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia menilai pengerahan alat berat sebagai bukti nyata kehadiran negara dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan.
“Sekolah tidak kalah penting dibandingkan pembangunan hunian, jalan, dan jembatan. Sekolah juga menjadi sarana trauma healing. Anak-anak kita masih berada pada usia pertumbuhan, baik secara fisik maupun mental dan psikologis,” jelas AHY.
Ia juga menyoroti pentingnya pemulihan menyeluruh, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Program Makan Bergizi Gratis yang telah berjalan dinilai berkontribusi positif terhadap pemulihan kondisi anak-anak pascabencana.
Penanganan percepatan pemulihan sekolah dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan satuan tugas di tingkat pusat, meliputi pengerahan alat berat dan personel, pelibatan pemerintah daerah serta masyarakat, hingga pengadaan kembali fasilitas sekolah yang rusak.
“Ini baru satu contoh sekolah. Masih banyak sekolah lain, mulai dari SD, SMP, hingga SMA yang juga terdampak. Karena itu, semua harus dihitung dan ditangani dengan baik, termasuk dari sisi anggaran,” ujar AHY.
Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah berkomitmen memulihkan wilayah Sumatera, termasuk Aceh Tamiang, agar dapat bangkit kembali dan memastikan anak-anak tidak kehilangan akses pendidikan.
Harapan dan Pesan untuk Masa Depan
AHY berpesan kepada pihak sekolah dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun dan dipulihkan. Tujuannya agar proses pemulihan pendidikan berjalan lebih cepat dan optimal.
“Kita ingin memastikan sekolah-sekolah di Aceh Tamiang dan daerah terdampak lainnya benar-benar pulih, sehingga anak-anak bisa kembali belajar dengan aman, nyaman, dan penuh harapan,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Karang Baru, Edy Wahyudi, menjelaskan bahwa kegiatan sekolah telah kembali berjalan sejak 5 Januari 2026. Namun, proses pembelajaran masih dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi sarana dan prasarana pascabanjir.
Menutup kunjungannya, AHY menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap menjalankan peran pendidikan di tengah keterbatasan. “Terima kasih kepada para guru yang begitu mulia. Di tengah situasi yang tidak mudah, tetap berupaya menjadi pelita dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak kita di Aceh Tamiang,” pungkasnya.






