Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan sempat mengalami kendala pada bagian engineering atau mesin sehari sebelum insiden jatuhnya di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kendati demikian, pihak IAT menegaskan bahwa masalah tersebut telah ditangani dan diperbaiki.
Masalah Engineering Terjadi Sehari Sebelum Penerbangan
Direktur Operasional IAT, Capt Edwin, mengungkapkan bahwa masalah engineering pada pesawat dengan nomor seri 611 tersebut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026. Kejadian ini sehari sebelum pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026.
“Memang ada masalah di engineering kami,” ujar Capt Edwin dalam konferensi pers yang digelar di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, seperti dilansir detikSulsel, Minggu (18/1/2026).
Ia menambahkan, “Itu di hari Jumat (ada permasalahan engineering).”
Perbaikan dan Tes Penerbangan Dinyatakan Normal
Capt Edwin memastikan bahwa kendala pada bagian engineering pesawat tersebut telah diperbaiki. Setelah perbaikan dilakukan, pihak IAT juga telah melaksanakan tes penerbangan untuk memastikan kondisi pesawat.
“Kami sudah perbaiki dan kami sudah tes terbukti dari Halim sampai Semarang dan Jogja itu tidak ada masalah. Jadi semua sudah normal kita sudah perbaiki,” ungkapnya.
Pesawat ATR 42-500 yang dibuat pada tahun 2000 itu dinyatakan hilang kontak saat dalam proses pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada Sabtu (17/1) siang. Pesawat tersebut terbang dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.






