Berita

MUI Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan Saat Ramadan, Tekankan Saling Menghormati

Advertisement

Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan dukungannya terhadap larangan sweeping rumah makan selama bulan Ramadan yang dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurutnya, yang terpenting dalam menyambut bulan suci ini adalah sikap saling menghormati antarumat beragama.

Pentingnya Saling Menghormati

“Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweepingan karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah mensosialisaikan dan memberi pengertian kepada rakyat tentang perlunya ada sikap saling hormat-menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain,” ujar Anwar Abbas saat dihubungi, Minggu (15/2/2026).

Anwar Abbas meminta pemerintah untuk hadir dalam menata dan mendukung sikap saling menghormati tersebut. Tujuannya agar umat yang menjalankan ibadah puasa tidak merasa terganggu.

“Umat dari yang melaksanakan ibadah tersebut tidak usah merasa terganggu karena pemerintah sudah hadir menjaga dan memeliharanya agar umat dari agama yang melaksanakan ibadah tersebut dapat beribadah dengan tenang,” ucapnya.

Pemerintah Jamin Kondusivitas

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa umat Islam tidak perlu melakukan sweeping karena pemerintah telah menjamin kondusivitas selama bulan Ramadan.

“Mereka tidak perlu melakukan sweeping-sweeping karena pemerintah sudah menjamin hadirnya kondusivitas situasi bagi pemeluk agama untuk melaksanakan ibadahnya dan beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa di bulan Ramadan,” jelasnya.

Advertisement

Penegasan Gubernur DKI Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menegaskan larangan bagi organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk melakukan penyisiran (sweeping) ke rumah makan selama bulan Ramadan. Ia mengimbau seluruh pihak untuk menjaga suasana tetap damai dan rukun menjelang bulan puasa.

Pernyataan ini disampaikan Pramono usai meresmikan gedung Gereja Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Sabtu (14/2/2026). Menurutnya, penyambutan Ramadan seharusnya dilakukan dengan penuh kedamaian, bukan dengan tindakan yang menimbulkan keresahan.

“Saya ingin menegaskan bahwa menyambut Ramadan itu harus penuh kedamaian dan kerukunan,” kata Pramono di kawasan Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai langkah agar masa peribadatan berjalan tertib. Menjawab potensi sweeping tempat makan oleh ormas, Pramono menegaskan larangannya.

“Saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping,” tegasnya.

Advertisement