Berita

Pak Ogah Raup Untung di Exit Tol Rawa Buaya yang Ditutup Rantai Dishub

Advertisement

Aktivitas ‘Pak Ogah’ yang memanfaatkan penutupan exit Tol Rawa Buaya, Jakarta Barat, untuk memungut liar terungkap. Mereka meloloskan kendaraan keluar dari jalan tol dengan cara mengangkat rantai penutup yang dipasang Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.

Modus Operandi Pak Ogah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan bahwa exit Tol Rawa Buaya ditutup oleh Dishub menggunakan barrier dan rantai pada pukul 06.00 hingga 11.00 WIB sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas. Namun, sebelum waktu penutupan resmi berakhir, sejumlah oknum ‘Pak Ogah’ memanfaatkan situasi tersebut untuk mencari keuntungan pribadi.

“Namun, sebelum jam 11.00 WIB, beberapa oknum tersebut memanfaatkan situasi untuk mencari uang dengan membuka rantai dan menggeser barrier penutup exit Tol Rawa Buaya untuk mendapatkan imbalan dari pengemudi yang lewat,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Barat AKP Wisnu menambahkan bahwa para pelaku mengangkangi rantai untuk meloloskan kendaraan. “Pak ogah memanfaatkan situasi untuk mencari uang. Pada waktu belum jam 11.00 WIB, terkadang rantai penutup jalan diangkat untuk mobil minibus kecil,” kata Wisnu.

Aksi para ‘Pak Ogah’ ini dilaporkan kerap terjadi menjelang akses exit Tol Rawa Buaya dibuka kembali oleh pihak Dishub. “Mendekati jam 11.00 WIB sebelum dibuka (Dishub),” jelas Wisnu.

Enam Pak Ogah Diamankan

Menindaklanjuti laporan viral mengenai pungutan liar (pungli) di exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, polisi telah menangkap enam orang ‘Pak Ogah’. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan pada Rabu, 14 Januari 2026.

“Mengenai video viral terkait dugaan enam orang ‘Pak Ogah’ yang menutup akses keluar tol, pada Rabu, 14 Januari 2026, tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan serta pengamanan terhadap enam orang,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Kamis (15/1).

Advertisement

Polisi juga berhasil menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai dan telepon seluler. Keenam terduga pelaku kini telah ditahan di Polsek Cengkareng untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Penutupan Exit Tol Rawa Buaya oleh Dishub

Viralnya penutupan exit Tol Rawa Buaya menggunakan rantai dan barrier ternyata merupakan prosedur resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Penutupan ini dilakukan untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan bahwa penutupan tersebut bertujuan untuk mengatasi kemacetan parah yang disebabkan oleh exit tol tersebut di Jalan Outer Ring Road pada jam sibuk pagi hari.

“Penutupan pintu keluar Tol Rawa Buaya pada jam sibuk pagi hari karena exit tol tersebut menyebabkan kemacetan parah di Jalan Outer Ring Road,” ujar Syafrin Liputo saat dimintai konfirmasi di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (16/1).

Syafrin menambahkan bahwa penutupan biasanya dilakukan setiap pukul 06.00 WIB hingga 11.00 WIB. Dishub saat ini sedang mengevaluasi durasi penutupan agar lebih efektif dan mempertimbangkan penyesuaian jam penutupan menjadi pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Advertisement