Kementerian Sosial terus berupaya membuka akses keterampilan dan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah pelatihan vokasional melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi, Jawa Barat.
Andry Prayogo: Dari Pelatihan Menuju Karier Terapis
Andry Prayogo (35), seorang penyandang disabilitas netra, menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) yang digagas Kementerian Sosial. Setelah mengikuti pelatihan vokasional di STPL Bekasi, Andry kini sukses meniti karier sebagai terapis pijat kesehatan di Kokuo Family Massage and Reflexology sejak tahun 2023.
“Perasaan saya diterima bekerja di Kokuo sangat bangga. Saya bisa mendapatkan pendapatan tetap kurang lebih Rp4 juta per bulan. Harapan saya ke depan bisa terus berkembang dan mengajak teman-teman disabilitas lainnya untuk ikut bergabung,” ujar Andry dalam keterangan tertulis, Minggu (18/01/2026).
Perjalanan Andry dimulai pada Juli 2023, ketika ia mengikuti proses rekrutmen yang ketat. Dari sekitar 50 peserta, hanya 11 orang yang berhasil lolos, termasuk Andry. Peserta terpilih mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari materi profesional hingga dukungan finansial untuk transportasi dan makan.
Selanjutnya, para peserta menjalani masa praktik di unit Huangje, di mana mereka langsung menangani pelanggan. Pada 11 Oktober 2023, Andry dinyatakan layak dan resmi bergabung sebagai terapis profesional.
“Terima kasih Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi, Kementerian Sosial, dan Kokuo yang telah menerima kami,” tambah Andry dengan penuh semangat.
Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Pemberdayaan Disabilitas
Danny Boy Mahulete, perwakilan Kokuo yang akrab disapa Debo, menjelaskan bahwa keterlibatan Kokuo dalam program pemberdayaan penyandang disabilitas berawal dari kepedulian pendiri perusahaan.
“Awalnya kami melihat bahwa bantuan tidak cukup hanya berupa donasi uang. Yang lebih penting adalah membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, dan memberikan kail bukan ikan semata. Dari situlah kami merekrut teman-teman disabilitas untuk bergabung dan dilatih menjadi terapis yang andal,” jelas Debo.
Kokuo tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga berkomitmen untuk memberikan pelatihan lanjutan. Materi tersebut mencakup public speaking, penguatan kemandirian, pembentukan karakter, serta pengelolaan emosi. Kokuo berharap para binaan Kementerian Sosial dapat terus berkarya dan berkembang, baik di Kokuo maupun di dunia kerja lainnya.
Kisah Andry Prayogo menjadi inspirasi yang menunjukkan bahwa melalui dukungan pelatihan, kesempatan kerja, dan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha, penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk mandiri, berdaya, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.






