Polda Metro Jaya memproyeksikan lahan tambak seluas 47 hektare di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi bagian penting dari ekosistem rantai pasokan bahan pangan berkualitas. Langkah strategis ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan bahan baku bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan Polda Metro Jaya.
Pengembangan Tambak Udang dan Ikan
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi menjelaskan bahwa lokasi tambak ini merupakan bagian integral dari rantai pasokan SPPG untuk wilayah Polda Metro Jaya. “Lokasi ini merupakan bagian dari ekosistem rantai pasokan SPPG untuk wilayah Polda Metro Jaya. Luas areanya sekitar 47 hektare yang terbagi dalam beberapa,” ujar Irjen Asep Edi dalam keterangannya pada Kamis, 5 Februari 2026.
Di atas lahan seluas 47 hektare tersebut, Polda Metro Jaya tengah menyiapkan tambak udang dan ikan. Tambak ini diproyeksikan akan menjadi lumbung pangan yang menyuplai kebutuhan protein bagi unit SPPG di bawah naungan Polda Metro Jaya.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal dan Distribusi
Program ini tidak hanya berfokus pada hasil produksi semata, tetapi juga memiliki tujuan ganda untuk memberdayakan ekonomi lokal. Hasil panen dari tambak tersebut nantinya akan disalurkan melalui nota kesepahaman (MoU) yang telah disiapkan dengan mitra dan warga setempat. Pola kerja sama ini dirancang untuk memastikan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi penerima layanan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan para petambak di kawasan pesisir Bekasi.
Sementara itu, distribusi hasil panen akan dilakukan untuk mendukung pasokan bahan pangan ke seluruh SPPG Polda Metro Jaya.
Mitigasi Bencana Banjir
Meskipun wilayah Muara Gembong baru-baru ini sempat terdampak bencana banjir, Kapolda memastikan bahwa operasional tambak tetap terkendali. Pengelola dan pekerja lapangan telah bergerak cepat untuk melakukan langkah-langkah antisipasi teknis demi melindungi aset budidaya.
Pemasangan jaring pembatas ekstra telah dilakukan di sekeliling petak tambak. Tujuannya adalah untuk mencegah ikan dan udang terlepas saat debit air meningkat akibat banjir. “Alhamdulillah, upaya pengamanan sudah dilakukan sehingga kami berharap hasil panen nantinya bisa optimal. Ikan dan udang yang dibudidayakan di sini akan terus dibesarkan hingga siap didistribusikan,” ungkap Irjen Asep Edi.






