Bogor – Jajaran Polres Bogor bersama puluhan jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut menggelar aksi nyata peduli lingkungan pada Minggu (8/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke-80 tahun 2026 dan mengusung instruksi Presiden Prabowo Subianto mengenai gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Aksi Nyata ‘Deadline Healing’ di Caringin
Kegiatan yang bertajuk ‘Deadline Healing’ ini berlokasi di Titik Kumpul Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto memimpin langsung aksi penanaman pohon dan penyebaran benih ikan ini.
“Hari ini kami bersama rekan-rekan media melaksanakan instruksi Presiden terkait program ASRI. Kita melakukan penanaman pohon dan tebar benih ikan sebagai bentuk kontribusi nyata Polri dan pers terhadap kelestarian alam di Bogor,” ujar AKBP Wikha kepada wartawan di lokasi.
Wikha menjelaskan, pemilihan kegiatan di alam terbuka ini memiliki tujuan ganda. Selain menjalankan amanah pemerintah pusat, acara ini juga dirancang untuk mempererat sinergitas antara Polri dan jurnalis melalui pendekatan yang lebih humanis.
“Kami ingin sinergitas ini tidak hanya dalam hal pemberitaan, tapi juga dalam menjaga ekosistem lingkungan. Melalui gerakan ASRI, kita berharap wilayah Bogor tetap aman, sehat, resik, dan indah untuk generasi mendatang,” lanjutnya.
Sinergitas Polri dan Pers Jaga Ekosistem
Pantauan di lokasi, AKBP Wikha bersama Ketua PWI Kabupaten Bogor dan pengurus Pokja Wartawan Polres Bogor turut serta dalam pelepasan ribuan benih ikan di bantaran sungai. Selanjutnya, mereka melakukan penanaman bibit pohon di area yang telah disediakan, sebagai upaya mitigasi bencana dan penghijauan.
“Teman-teman pers ini setiap hari bergelut dengan deadline yang padat. Jadi, sembari kita menjalankan program ASRI, kita manfaatkan momen ini untuk ‘healing‘ sejenak di alam. Pers yang sehat dan lingkungan yang resik adalah modal kuat bagi bangsa kita,” tambah Wikha.
Setelah rangkaian aksi lingkungan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi arung jeram (rafting) menyusuri Sungai Cisadane. Aktivitas ini menjadi simbol kekompakan dan keberanian dalam menghadapi tantangan di tahun 2026.






