Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada para pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (9/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk konsolidasi dan penguatan sinergi kedua institusi dalam menjaga stabilitas nasional serta mendukung agenda strategis pemerintah.
Konsolidasi Sinergi TNI-Polri
Rapat Pimpinan (Rapim) TNI-Polri yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh lebih dari 650 peserta. Peserta terdiri dari unsur pimpinan TNI dan Polri, serta sejumlah menteri dari Kabinet Merah Putih. Di antara menteri yang hadir adalah Menko Polhukam Djamari Chaniago, Wamenko Polhukam Lodewijk, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wamenhan Donny Ermawan, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala BRIN Herindra, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Evaluasi Kinerja dan Langkah Strategis
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menjelaskan bahwa rapat ini merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi kinerja selama setahun terakhir. Ia menyatakan, “Ini kan acara rutin saja, evaluasi, langkah langkah ke depan, biasa kita dapet pengarahan dari presiden.” Setelah menerima arahan dari Presiden Prabowo, Jenderal Maruli akan menggelar rapat turunan di tingkat satuan TNI Angkatan Darat untuk menindaklanjuti petunjuk tersebut.
“Ya nanti ada Rapim TNI lagi. Rapat (AD) ada lagi nanti, turunan-turunan dari petunjuk presiden apa yang kita lakukan,” ujar Maruli.
Fokus Keamanan dan Momentum Mendatang
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menambahkan bahwa pembahasan dalam rapat ini berkaitan erat dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) TNI dan Polri di bidang pertahanan dan keamanan. Ia juga menyoroti hasil evaluasi pengamanan periode Natal dan Tahun Baru 2025 yang dinilai berjalan relatif aman dan terkendali.
Selanjutnya, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada kesiapan menghadapi momentum bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. “Terutama yang berhubungan dengan tugas TNI Polri pertahanan dan keamanan. Kemudian juga mungkin evaluasi kemarin Natal-tahun baru relatif aman. Kemudian nanti kan ada event besar yaitu Ramadan dan Hari Raya. Saya pikir nggak akan jauh-jauh dari situ,” ungkap Tito.






