JAKARTA – Masa depan Francesco Bagnaia di Ducati menjadi sorotan utama menjelang musim MotoGP 2026. Pengamat top MotoGP, Carlo Pernat, memprediksi bahwa juara dunia tiga kali itu tidak akan bergabung dengan Aprilia, melainkan memilih Yamaha sebagai tujuan yang lebih realistis.
Nasib Bagnaia di Ducati Dipertanyakan
Spekulasi mengenai kelanjutan karier Bagnaia di Ducati semakin menguat menyusul hasil yang dinilai kurang memuaskan di MotoGP 2025, di mana ia hanya finis di posisi kelima. Kabar yang beredar menyebutkan Ducati telah mengambil keputusan untuk menduetkan Pedro Acosta dengan Marc Marquez di musim mendatang.
Situasi ini membuka peluang bagi Bagnaia untuk mencari tim baru. Kepindahan ke Aprilia, berduet dengan Marco Bezzecchi, sempat santer diberitakan. Namun, Pernat meyakini skenario tersebut tidak akan terwujud.
Yamaha Jadi Pilihan Logis Bagnaia
Pernat berpendapat bahwa Bagnaia membutuhkan posisi sebagai pebalap nomor satu, sesuatu yang sulit didapatkan jika ia bertahan di Ducati dengan kehadiran Acosta dan Marquez. Ia melihat Yamaha sebagai destinasi yang lebih menjanjikan bagi Bagnaia untuk kembali bersinar.
“Menurut saya, satu hal yang pasti adalah Pedro Acosta akan menunggangi Ducati, mengingat omongan dia kepada manajernya dan semua orang bahwa dia menginginkan Desmosedici, dan tidak peduli dengan bayaran ataupun timnya,” ungkap Pernat dilansir Motosan.
“Pecco butuh jadi pebalap nomor satu. Dia tidak lagi di Ducati, jadi saya rasa dia akan pergi dan bisa jadi pebalap nomor satu di Yamaha,” lanjut Pernat.
Potensi Tandem Bezzecchi dan Pemanasan Bursa Pebalap
Mengenai siapa yang akan mengisi posisi tandem Bezzecchi di Aprilia, Pernat memberikan dua nama potensial: Enea Bastianini atau Fabio Di Giannantonio.
Bursa pebalap MotoGP diprediksi akan semakin memanas seiring berjalannya waktu. Musim MotoGP 2026 sendiri dijadwalkan akan bergulir mulai akhir bulan ini, diawali dengan seri di Thailand.
(rin/aff)






