Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakernas) di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibuka langsung oleh Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep pada Kamis (29/1/2026) siang ini. Acara yang berlangsung selama tiga hari, 29-31 Januari 2026, ini diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 3.000 peserta yang merupakan pengurus dan kader PSI dari seluruh penjuru Indonesia. Selain itu, lebih dari 10.000 simpatisan dan peninjau diperkirakan akan memadati area sekitar lokasi kegiatan.
Direktur Reformasi Birokrasi DPP PSI, Ariyo Bimmo, menjelaskan bahwa Rakernas PSI 2026 dirancang dengan semangat kesederhanaan dan mengedepankan suasana kebersamaan serta kekeluargaan di antara para kader. Ia menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan wadah kerja strategis untuk memperkuat soliditas organisasi.
“Rakernas ini kami rancang sesederhana mungkin. Fokusnya adalah konsolidasi internal, membangun kebersamaan kader, dan memastikan arah kerja partai berjalan selaras di semua tingkatan,” ujar Ariyo Bimmo kepada detikSulsel, Kamis (29/1/2026).
Rakernas Bersifat Internal, Tak Undang Pejabat Negara
Ariyo Bimmo juga menegaskan bahwa Rakernas PSI kali ini bersifat internal. Oleh karena itu, PSI tidak mengundang partai politik lain, menteri, maupun Presiden Republik Indonesia pada acara pembukaan.
“Kami tidak mengundang Bapak Presiden dan para menteri pada pembukaan Rakernas karena kegiatan ini bersifat internal. Selain itu, kami juga tidak ingin mengganggu kesibukan beliau-beliau dalam mengurus berbagai persoalan bangsa,” jelas Bimmo.
Jokowi Dijadwalkan Beri Arahan di Penutupan Rakernas
Meskipun tidak hadir di pembukaan, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan memberikan arahan kepada kader PSI pada acara penutupan Rakernas, Sabtu (31/1/2026). Arahan dari Presiden Jokowi diharapkan dapat memberikan penguatan moral dan motivasi bagi kader PSI.
“Arahan tersebut diharapkan menjadi penguatan moral dan motivasi bagi kader PSI untuk terus bekerja nyata dan konsisten memperjuangkan nilai-nilai politik yang berpihak kepada rakyat,” kata Ariyo Bimmo.






