Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih interim Manchester United masih menjadi tanda tanya besar, meskipun ia berhasil membawa tim meraih hasil positif di awal kepemimpinannya. Beberapa pihak menyarankan agar Carrick mencari klub lain jika tidak mendapatkan kepercayaan penuh dari manajemen Setan Merah.
Start Bagus di Bawah Carrick
Carrick, 44 tahun, sukses membawa Manchester United meraih kemenangan beruntun di Liga Inggris. Dua tim papan atas, Manchester City dan Arsenal, berhasil ditaklukkan di bawah asuhannya. Pertandingan di Old Trafford melawan Manchester City berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan MU. Sementara itu, di kandang Arsenal, Carrick mengantarkan timnya meraih kemenangan dramatis 3-2.
Performa apik ini membuat beberapa pihak menilai Carrick pantas untuk dipertimbangkan sebagai manajer permanen Manchester United di akhir musim nanti. Namun, ada pula pandangan yang menyebutkan bahwa klub sebesar MU seharusnya mengincar nama-nama besar dengan rekam jejak melatih klub top dan memenangi trofi bergengsi.
Persaingan dengan Nama Besar
Mantan pemain Manchester United, Paul Scholes, secara terbuka menilai bahwa Carrick akan kesulitan bersaing jika MU memutuskan untuk merekrut manajer dengan nama besar seperti Thomas Tuchel. Scholes berpendapat bahwa pengalaman melatih klub besar dan memenangi trofi bergengsi menjadi tolok ukur yang sulit ditandingi oleh Carrick.
“Jika Anda berpikir Michael harus bersaing dengan Thomas Tuchel pada musim panas nanti, hanya akan ada satu pemenang jika tolok ukurnya adalah pengalaman melatih klub besar dan memenangi trofi-trofi bergengsi. Anda tidak bisa benar-benar menyaingi hal tersebut,” ujar Scholes seperti dikutip dari Sportskeeda.
Saran untuk Pindah Klub
Menanggapi situasi ini, rekan setim Scholes semasa di MU, Nicky Butt, memberikan pandangannya. Butt menyarankan agar Carrick mempertimbangkan untuk pindah klub jika Manchester United tidak memberinya kesempatan untuk membuktikan diri.
“Jika Michael melakukan pekerjaan dengan baik, maka pekerjaan berikutnya-apabila ia ingin tetap berkarier di dunia sepak bola sebagai manajer klub lain-akan menjadi sebuah tanggung jawab yang besar,” kata Butt.
Meskipun demikian, Carrick sendiri tampaknya tetap fokus pada tugasnya. Dalam sebuah pernyataan usai kemenangan atas Arsenal, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan.
“Menang iya, jemawa jangan,” ujar Carrick menanggapi performa timnya.
Sumber: 90Menit.ID






