Pemuda bernama Ressa Rizky melayangkan gugatan perdata terhadap penyanyi Denada Tambunan. Ia mengungkapkan rasa yang selama ini terpendam, merasa ada ketidakadilan dalam perlakuan Denada terhadap Aisha dibandingkan dirinya yang diklaim sebagai anak tak dianggap.
Publik mengenal Denada sebagai sosok ibu tangguh yang berjuang keras demi kesembuhan Aisha yang sempat mengidap leukemia. Namun, pemandangan itu justru menyayat hati Ressa Rizky.
“Kenapa kok ada aku yang sehat, maksudnya kenapa kok sampai diginiin? Padahal anaknya yang itu (Aisha) sakit sampai Mbak Denadanya jatuh bangun begitu,” kata Ressa Rizky dalam konferensi pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (24/1/2026).
Ressa Rizky mengakui adanya rasa cemburu melihat Denada rela melakukan apa saja, termasuk menjual aset dan bolak-balik Singapura-Indonesia demi Aisha, sementara ia berjuang sendirian tanpa pengakuan.
“Ya iri ada sedikit,” ucapnya.
Meski menyimpan rasa iri, Ressa Rizky menegaskan tidak membenci Aisha maupun Denada. Didikan dari ibu angkatnya, Ratih, membuatnya tetap berusaha memiliki hati yang luas.
“Bagaimanapun itu tetap ibu saya. Jelek buruknya kan tetap yang melahirkan. Ibu (Ratih) mengajarkan saya untuk punya hati yang tulus, menerima setulus-tulusnya, enggak boleh benci sama orang, harus baik,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ressa Rizky menyampaikan sebuah keinginan yang sangat ingin dilakukannya pada Denada.
“Intinya aku pengin meluk Mbak Denada itu sama pengen cium kakinya saja. Sudah itu aja,” harapnya.
Sikap Denada
Hingga kini, Denada belum memberikan tanggapan langsung. Namun, melalui manajemennya, Risna Ories, telah memberikan pernyataan.
“Saya Risna Ories selaku perwakilan dari Management Denada, menyampaikan: sangat prihatin atas isu publik yang berkembang, yang sebenarnya ini adalah ranah keluarga, karena bagaimanapun juga semua keluarga memiliki privasi, setiap keluarga punya cerita,” tulisnya dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (12/1/2026).
Manajemen menegaskan ini bukan hal mudah untuk Denada dan berusaha memahami reaksi serta pertanyaan yang muncul di luar perihal dugaan ini. Denada juga sudah menyerahkan masalah ini ke tim pengacara.
Risna Ories meminta waktu dan ketenangan untuk Denada.
“Untuk menjaga ketenangan dan kejelasan informasi, kami mohon pengertian agar diberikan ruang dan waktu bagi Denada untuk menelaah perkara ini secara proporsional dan tetap mempertimbangkan kebaikan semua pihak,” ujar Risna Ories.






