Sepakbola

Rotasi Pemain Tak Goyahkan Arsenal, Kalahkan Inter Milan 3-1 di Giuseppe Meazza

Advertisement

Jakarta – Arsenal berhasil meraih kemenangan atas Inter Milan di Stadion Giuseppe Meazza pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, meskipun menurunkan komposisi pemain yang berbeda dari laga sebelumnya. Keputusan manajer Mikel Arteta untuk melakukan rotasi pemain terbukti tidak memengaruhi performa The Gunners di lapangan.

Kemenangan Meyakinkan di Kandang Inter

Dalam pertandingan lanjutan Liga Champions tersebut, Arsenal sukses menaklukkan Inter Milan dengan skor akhir 3-1. Gabriel Jesus tampil gemilang dengan mencetak dua gol, sementara satu gol tambahan disumbangkan oleh Viktor Gyokeres. Kemenangan ini menegaskan kedalaman skuad Arsenal di bawah arahan Arteta.

Perubahan Komposisi Pemain

Arteta melakukan sejumlah perubahan signifikan pada susunan pemainnya dibandingkan dengan pertandingan terakhir melawan Nottingham Forest di Liga Inggris, di mana Arsenal bermain imbang 0-0. Di lini depan, trisula yang diturunkan melawan Inter terdiri dari Leandro Trossard, Bukayo Saka, dan Gabriel Jesus, berbeda dengan Gyokeres, Gabriel Martinelli, serta Noni Madueke yang bermain saat melawan Nottingham Forest.

Perubahan juga terjadi di lini tengah. Eberichi Eze, Martin Zubimendi, dan Mikel Merino menjadi starter saat menghadapi Inter. Ini berbeda dengan duet Declan Rice dan Martin Odegaard yang mengisi lini tengah Arsenal melawan Nottingham Forest.

Analisis Alan Shearer

Mantan pemain Liga Inggris, Alan Shearer, menilai bahwa perubahan yang dilakukan oleh Mikel Arteta tidak memberikan dampak negatif pada permainan Arsenal. Menurutnya, tim asal London Utara itu tetap tampil mengancam meskipun dengan pemain yang berbeda.

“Terlepas dari perubahan yang diputuskan untuk dibuat Arteta sebelum pertandingan, itu sama sekali tak berpengaruh. Pada babak pertama, mereka memberi satu atau dua peluang tapi mereka selalu mengancam saat menyerang,” ujar Shearer kepada BBC.

Advertisement

Shearer menambahkan, Arsenal menunjukkan performa yang berbeda di babak kedua. Ia menyoroti kemampuan tim untuk tetap rapat di lini belakang dan mencegah lawan menciptakan peluang, sembari tetap efektif dalam menyerang.

“Lalu, pada babak kedua performa yang berbeda. Mereka harus sabar dan ketat, terus rapat di lini belakang dan mencegah terciptanya peluang. Lalu, saat pergantian pertama dan anda tahu Inter harus mengerahkan banyak pemain untuk menyerang, anda melihat ‘apakah mereka mempunyai kualitas untuk menemukan ruang itu?’ dan itu apa yang mereka lakukan,” jelas Shearer.

“Itu adalah penampilan yang sangat mengesankan dan mereka terlihat sangat-sangat bagus,” pungkasnya.

(cas/aff)

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement