Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar acara Munajat Bangsa dan Pengukuhan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Sabtu (7/2/2026). Acara akbar ini dihadiri oleh ribuan jemaah dari berbagai penjuru daerah, termasuk para santri yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti rangkaian kegiatan.
Perjalanan Dini Hari dari Bekasi
Salah satu jemaah yang hadir adalah Gina (17), seorang santri asal Bekasi. Ia bersama rombongan dari Pondok Pesantren Mahasina Darul Qur’an wal Hadits, rela berangkat sejak pukul 03.30 WIB menggunakan bus agar dapat tiba lebih awal di Masjid Istiqlal.
“Kita tadi berangkat mulai dari jam 3, setengah 4-an dari bus. Terus nyampe sekitar setengah 6. Sarapan di depan, terus salat subuh, habis itu sudah di sini sampai sekarang,” ungkap Gina kepada wartawan di kawasan Masjid Istiqlal, Sabtu (7/2/2026).
Keterlibatan Pesantren dalam Kepengurusan MUI
Gina menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam acara munajat ini juga berkaitan erat dengan pelantikan pengurus pesantrennya yang baru saja dikukuhkan menjadi bagian dari kepengurusan MUI.
“Kita ada ibu nyai kita dilantik menjadi pengurus di sini. Ibu nyai sama Abah,” tuturnya.
Harapan untuk Bangsa
Ia mengaku bersyukur dapat secara langsung mengikuti doa bersama yang juga dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Gina berharap munajat kebangsaan ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk bagi mereka yang sedang tertimpa musibah bencana.
“Semoga dengan adanya doa bersama ini, segala hal yang direncanakan terlaksana dengan baik, lancar,” harap Gina.
Rangkaian Acara dan Tokoh yang Hadir
Rangkaian munajat dan doa keselamatan bangsa ini dipimpin oleh sejumlah ulama dan tokoh agama terkemuka, antara lain KH Abdul Manan Ghani, KH Mahfud Assirun, Habib Ali bin Abdurrahman Al Habsyi, Habib Ahmad bin Ali Assegaf, serta Ustadz Abdul Somad.
Sementara itu, pengukuhan pengurus MUI masa khidmat 2025-2030 dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Acara ini turut dihadiri oleh pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dari seluruh Indonesia, sebagai simbol sinergi antara ulama, umara, dan umat dalam menjaga keselamatan serta persatuan bangsa.
MUI menyatakan harapannya untuk dapat terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyejukkan, meneguhkan doa dan ikhtiar bersama, serta memperkuat sinergi seluruh elemen bangsa demi kemajuan Indonesia.






