Milan – Sepak pojok menjadi senjata mematikan bagi Inter Milan dalam mencetak gol di musim ini. Pelatih Inter, Cristian Chivu, bahkan menilai kualitas tendangan sudut timnya setara dengan eksekusi penalti.
Pesta Gol di Kandang Sassuolo
Inter Milan sukses meraih kemenangan telak 5-0 atas Sassuolo dalam lanjutan Liga Italia yang digelar di Mapei Stadium, Senin (9/2/2026). Lima gol kemenangan Nerazzurri dicetak oleh Yann Bisseck, Marcus Thuram, Lautaro Martinez, Manuel Akanji, dan Luis Henrique.
Hasil ini semakin memperkokoh posisi Inter Milan di puncak klasemen Serie A dengan raihan 58 poin. Mereka kini unggul delapan angka dari rival sekota, AC Milan, yang berada di peringkat kedua.
Sepak Pojok Jadi Senjata Utama
Dalam pertandingan melawan Sassuolo, dua dari lima gol Inter Milan tercipta berkat skema sepak pojok yang dieksekusi oleh Federico Dimarco. Kiriman bola dari Dimarco berhasil disundul dengan sempurna oleh Yann Bisseck dan Manuel Akanji untuk merobek jala gawang lawan.
Statistik menunjukkan bahwa bola mati memang menjadi salah satu andalan Inter Milan dalam mencetak gol musim ini. Berdasarkan data dari WhoScored, Inter Milan menjadi tim Serie A yang paling produktif dalam mencetak gol melalui bola mati, dengan total 13 gol.
Chivu: “Ini Penalti!”
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, turut mengakui peran vital sepak pojok sebagai salah satu senjata timnya. Ia bahkan merasa tendangan sudut Inter begitu berbahaya hingga menyamakannya dengan penalti.
Pujian tersebut dilontarkan Chivu saat merayakan gol kedua Inter yang berasal dari sepak pojok ke gawang Sassuolo. Momen itu ia ungkapkan sambil bercanda kepada pelatih bola mati Inter, Angelo Palombo.
“Ini bukan sepak pojok. Ini penalti,” ujar Chivu kepada Palombo, seperti dikutip dari Sky Sport Italia.
(pur/bay)
Sumber: 90Menit.ID






