Berita

Tanggul Jebol, Banjir Parah Rendam Petogogan Jaksel, Warga Tak Bisa Menabung

Advertisement

Banjir kembali merendam kawasan Petogogan, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026) siang. Ketinggian air yang merendam rumah warga membuat aktivitas terganggu. Salah satu warga, Yaswin (53), mengungkapkan banjir kali ini terasa lebih darurat.

Tanggul Kali Krukut Jebol

Menurut Yaswin, banjir parah tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul di sekitar Kali Krukut. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 3 dini hari. “Jadi tanggulnya bocor sekitar pukul 3 dini hari, dan kami memberitahukan juga ke warga-warga yang lain ini tanggul bocor. Jadi, eh, bahkan kami yang sudah terbiasa dengan banjir pun, hari ini adalah banjir yang lebih darurat lagi karena tanggulnya bocor,” ujar Yaswin saat ditemui di rumahnya.

Terpaksa Mengungsi ke Lantai Dua

Banjir yang kerap melanda kawasan tersebut memaksa Yaswin dan warga lainnya untuk menyimpan barang-barang berharga di lantai dua rumah mereka. Lantai satu rumahnya pun terpaksa dikosongkan untuk mengantisipasi genangan air.

“Ya kita terpaksa ngungsi ke atas, ke lantai (dua). Kalau ngungsi keluar, biayanya jauh lebih besar. Apalagi kalau misalnya kami harus nginep di satu tempat yang lain,” jelas Yaswin.

Ia menambahkan, “Makanya lantai satu rumah saya tuh cenderung kosong. Jadi ruang, ruang, ruang tanpa banyak ini, apa, barang, tanpa banyak barang seperti itu.”

Advertisement

Tabungan Habis untuk Perbaikan Barang

Yaswin juga mengeluhkan dampak banjir terhadap kondisi finansial warga. Seringnya terjadi banjir membuat tabungan warga terkuras habis untuk memperbaiki barang-barang yang rusak.

“Kami warga sini terutama kami sendiri ya, kami tidak bisa menabung penghasilan kami. Karena apa? Tiap sebentar habis untuk barang-barang ya. Yang terlihatnya kecil tapi harus dibetulkan karena banjir,” tuturnya.

Harapan Solusi Menyeluruh

Menanggapi kondisi tersebut, Yaswin berharap pemerintah dapat memberikan solusi yang menyeluruh dan preventif untuk mencegah banjir di kawasan Petogogan.

“Ya perlu upaya preventif dan perlu solusi yang lebih, lebih menyeluruh gitu loh. Bukan soal nanti benerin bendungan, nanti benerin apa, tapi lebih harus menyeluruh dari itu semua, begitu,” harapnya.

Advertisement