Berita

Titiek Soeharto Apresiasi Kapolri atas Kontribusi 3,5 Juta Ton Jagung untuk Swasembada Pangan

Advertisement

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) atas perannya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Titiek secara khusus menyoroti kontribusi Polri dalam produksi jagung yang mencapai 3,5 juta ton dari total produksi nasional 16,11 juta ton pada tahun 2025.

Polri Berkontribusi 20 Persen Produksi Jagung Nasional

Dalam pernyataannya kepada wartawan seusai acara panen raya jagung di Sukamahi, Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (8/1/2026), Titiek Soeharto menyatakan, “Selamat dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia karena dari produksi 16,11 juta ton itu 3,5 juta ton adalah hasil dari teman-teman kita di produksi dari Kepolisian Republik Indonesia.” Angka tersebut menunjukkan bahwa Polri berhasil menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi jagung nasional pada tahun 2025.

Titiek menambahkan, kontribusi ini merupakan sebuah prestasi tersendiri bagi institusi kepolisian. “Artinya 20% produksi nasional dihasilkan dari hasil kerja keras teman-teman kita di Kepolisian Republik Indonesia. Terima kasih Pak Kapolri yang sudah membantu mempercepat swasembada ini,” tegasnya.

Indonesia Capai Swasembada Jagung, Surplus Hampir Setengah Juta Ton

Lebih lanjut, Titiek Soeharto menjelaskan bahwa Indonesia kini telah mencapai status swasembada pangan, khususnya untuk komoditas jagung. Data produksi jagung pada tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara angka konsumsi nasional tercatat sebesar 15,60 juta ton. Hal ini menyisakan surplus hampir setengah juta ton jagung.

Advertisement

“Dan untuk jagung sendiri produksi sudah mencapai tahun 2025 kemarin, produksi 16,11 juta ton. Konsumsinya 15,60 juta ton, sehingga ada kelebihan, ada surplus hampir setengah juta ton. Dan dengan demikian kita sudah bisa disebut kita sudah swasembada jagung,” papar Titiek.

Target Swasembada Pangan Tercapai Lebih Cepat

Titiek Soeharto juga mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengakselerasi pencapaian swasembada pangan. Ia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo menargetkan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun. Namun, target tersebut berhasil dicapai lebih cepat dari perkiraan.

“Dan sekali lagi saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit,” pungkasnya.

Advertisement