Bontang, Kalimantan Timur – Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto, meresmikan proyek revamping pabrik amonia 2 PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis (29/1/2026). Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sejarah dan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Titiek Soeharto menekankan bahwa pabrik amonia Kaltim 2 bukan sekadar fasilitas industri, melainkan sebuah bagian penting dari sejarah ketahanan pangan bangsa. Ia mengenang kembali momen 42 tahun lalu ketika ayahnya, Presiden ke-2 RI Soeharto, meresmikan pabrik ini. Titiek juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan almarhum Soeharto atas jasanya dalam pembangunan industri pupuk nasional.
“Pabrik amonia Kaltim 2 ini bukan sekadar fasilitas industri, ini merupakan bagian dari sejarah ketahanan pangan bangsa, dan selama lebih dari 4 dekade pabrik ini telah menjadi penopang penyedia ammonia sebagai bahan baku strategis pupuk nasional yang menjaga produktivitas pertanian serta kehidupan jutaan petani Indonesia,” ujar Titiek di PT Pupuk Indonesia, Bontang.
Prinsip Kemandirian Bangsa
Titiek Soeharto menegaskan prinsip mendasar bangsa Indonesia untuk tidak bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, pembangunan industri pupuk menjadi instrumen strategis negara demi memastikan ketersediaan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian.
“Revamping pabrik ammonia Kaltim ini bukan sekadar pembaruan teknologi, ini adalah keputusan strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mentransformasi industri pupuk agar lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan, melalui pergerakan teknologi yang modern, efisiensi energi dan gas alam dapat ditingkatkan,” jelasnya.
Investasi Jangka Panjang
Lebih lanjut, Titiek menyatakan bahwa momentum revamping ini selaras dengan agenda nasional untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan dan transformasi industri yang efisien, tangguh, serta ramah lingkungan. Ia menambahkan bahwa bagi Komisi IV DPR RI, industri pupuk memiliki makna lebih dari sekadar bisnis, melainkan menyangkut nasib petani dan masa depan pangan bangsa.
“Momentum ini selaras dengan agenda bangsa yaitu mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan serta mentransformasi industri nasional agar semakin efisien, tangguh, dan ramah lingkungan. Bagi kami di Komisi IV DPR RI, industri pupuk bukan sekedar urusan bisnis, ini menyangkut petani dan masa depan pangan bangsa,” tegasnya.
Titiek Soeharto menganggap proyek revamping ini sebagai investasi jangka panjang untuk kedaulatan pangan nasional dan kemandirian industri strategis. Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Pupuk Kaltim dan PT Pupuk Indonesia atas upaya yang telah dilakukan.
“Dengan mengucap bismillahirahmanirrahim, pada hari ini saya resmikan revamping pabrik ammonia Kaltim 2, semoga fasilitas ini semakin perkuat kemandirian industri pupuk nasional, menopang produktivitas pertanian, serta memperkokoh ketahanan pangan bangsa Indonesia,” tutupnya.






