Berita

Wadah Kantong Kresek untuk Makanan Bergizi Balita, Komisi IX DPR Minta SPPG Diberi Sanksi Tegas

Advertisement

Jakarta – Viral di media sosial, makanan bergizi gratis (MBG) khusus balita dan ibu hamil di Pandeglang, Banten, disajikan menggunakan kantong plastik tanpa alas. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, mendesak agar SPPG (Sentra Pelayanan Gizi) yang bersangkutan diberikan sanksi tegas atas kelalaiannya.

Desakan Sanksi dan Evaluasi Pengawasan

Yahya Zaini menyatakan, “Pertama, saya minta BGN (Badan Gizi Nasional) untuk mengecek langsung ke lapangan mengenai kasus tersebut. Kedua, memberikan sanksi dan teguran keras bahkan pemberhentian sementara SPPG yang bersangkutan.” Ia menekankan pentingnya sanksi ini sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, mengingat ini menyangkut keamanan makanan dan standar gizi.

Lebih lanjut, Yahya menyoroti lemahnya pengawasan BGN di lapangan yang ditunjukkan oleh kasus ini. “Keempat, makanan yang ditempatkan di kantong plastik tidak dijamin keamanannya dan sangat membahayakan bagi penerima manfaat. Apalagi balita termasuk kelompok yang rentan terhadap kesehatannya,” tegasnya, menggarisbawahi bahaya penggunaan wadah plastik bagi kelompok rentan.

Kekecewaan dan Tanggung Jawab SPPG

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi NasDem, Irma Surya Chaniago, turut menyayangkan kelalaian SPPG tersebut. Ia berpendapat bahwa penerima pasti akan menolak makanan yang disajikan dalam kantong kresek. “Duh masa iya kader Posyandu tidak paham kebersihan dan tata boga? Makanan dijadikan satu ditaruh di kantong plastik, sudah pasti penerimanya ilfeel. Jijik lah!” ungkap Irma kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Irma juga mempertanyakan peran sopir pengirim MBG dari SPPG yang tidak melaporkan cara pendistribusian yang tidak sesuai standar kepada pihak SPPG terkait. Ia menegaskan bahwa seharusnya pihak SPPG turut memindahkan makanan ke wadah yang sesuai SOP, bukan hanya mengantar. “Seharusnya SPPG juga mendistribusikan makanan tersebut ke dalam wadah yang dipersyaratkan. Masukkan bubur ke kantong plastik makanan, juga lauk pauknya. Sehingga saat didistribusikan tidak dicampur jadi satu,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Fakta pihak SPPG juga tidak bertanggung jawab terhadap mekanisme pendistribusian bubur ayam tersebut. Harusnya ibu kader meminta SPPG menyediakan kantong plastik bening khusus untuk makanan, sehingga saat didistribusikan bubur dan lauk pauk tidak tercampur.”

Advertisement

Kronologi Video Viral

Dalam video yang viral, terlihat makanan MBG tersebut disajikan dalam kantong plastik berwarna kuning dan hijau. Perekam video mengaku syok melihat kondisi tersebut. “Ini MBG untuk balita kaya gini, isinya ayam, nggak tahu itu bubur atau apa, kayak muntah kucing. Ini baru dibuka,” tutur pemilik akun TikTok yang kemudian menghapus unggahannya. Ia mempertanyakan kelayakan makanan tersebut untuk dikonsumsi, “Maaf bukan nggak bersyukur, masa mau dimakan pakai plastik begini?”

Klarifikasi BGN dan SPPG Karyasari

Menanggapi hal ini, Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Redy Hendra, menyatakan bahwa pengiriman dari SPPG sudah sesuai SOP dengan menggunakan foodtray. “Dari SPPG sudah sesuai SOP dengan pengiriman menggunakan foodtray,” kata Redy, Minggu (11/1/2026).

Sementara itu, Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi pada Kamis (8/1) di Kecamatan Sukaresmi. Ia mengklaim makanan tersebut dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik oleh salah satu kader posyandu secara spontanitas, tanpa sepengetahuan pihak SPPG. “Namun setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik karena ibu kader memiliki alasan spontanitas,” ujar Dimas.

Dimas menambahkan, “Setelah itu, oleh ibu kader diberikan kepada penerima manfaat yaitu bumil, busui, dan balita. Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong.” Pihak SPPG baru mengetahui kejadian tersebut keesokan harinya setelah video viral. Setelah mengklarifikasi, kader posyandu tersebut mengakui tindakan spontanitasnya. “Setelah video tersebut viral kami pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam. Ibu kader datang pada Jumat, 9 Januari, pukul 09.00. Ibu kader mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik karena keadaan spontanitas yang terjadi,” tutup Dimas.

Advertisement