Jakarta – Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto menegaskan bahwa pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah tokoh organisasi masyarakat (ormas) Islam pada Selasa (3/2/2026) murni agenda silaturahmi. Ia membantah pertemuan tersebut dipicu oleh gelombang kritik terkait keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
“Nggak (karena muncul kritik soal BoP), silaturahmi Presiden saja,” ujar Bambang Eko Suhariyanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Bambang Eko menjelaskan bahwa kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo merupakan hal yang lazim dilakukan dengan berbagai tokoh masyarakat. Ia menekankan tidak ada kaitan antara pertemuan tersebut dengan isu BoP yang belakangan mengundang perhatian publik.
“Kan silaturahmi presiden kan bisa saja dengan beberapa tokoh masyarakat, kan. Nggak masalah itu,” tambahnya.
Sebelumnya, sejumlah tokoh terkemuka dari ormas Islam memang telah bertemu dengan Presiden Prabowo. Salah satu agenda yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai keputusan Indonesia untuk bergabung dengan Board of Peace bentukan Donald Trump. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (3/2) kemarin dihadiri oleh tokoh-tokoh seperti Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Ketua Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketum MUI Anwar Iskandar, Ketum Hidayatullah Naspi Arsyad, serta tokoh muslim Tionghoa Yusuf Hamka atau yang akrab disapa Babah Alun.
Diketahui, undangan pertemuan tersebut ditujukan kepada sekitar 40 orang, yang meliputi pimpinan ormas Islam, pimpinan pondok pesantren, dan tokoh-tokoh muslim lainnya.






