Berita

Warga Bekasi Heboh Temukan Ratusan Karung Cacahan Diduga Uang di TPS Liar

Advertisement

Bekasi – Warga Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penemuan ratusan karung berisi cacahan kertas yang diduga berasal dari uang kertas pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu. Temuan ini terjadi di sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar di lahan warga.

Kaget Lihat Hamparan Kertas

Sekretaris Umum Prabu Peduli Lingkungan Foundation, Rido Satriyo, menceritakan kagetnya warga saat melihat hamparan kertas berwarna merah dan biru tersebut. “Kaget, lihat hamparan uang sebanyak itu walaupun sudah dicacah dan itu di lahan warga,” kata Rido kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Cacahan yang diduga uang kertas itu pertama kali ditemukan pada Rabu (28/1) di TPS liar yang berlokasi di Desa Taman Rahayu. Potongan-potongan kertas tersebut ditemukan baik di dalam maupun di luar karung yang berserakan.

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @sahabatpedulilingkungan, terlihat jelas hamparan cacahan kertas yang menyerupai uang tersebut. Rido memperkirakan jumlah karung yang berisi cacahan kertas itu mencapai ratusan. “Untuk jumlahnya kami tidak tahu pasti tapi yang kami lihat bisa ratusan karung seperti akan dibuat urukan,” ujarnya.

Dugaan Uang Rp 100 Ribu dan Rp 50 Ribu

Potongan kertas berwarna merah dan biru yang diduga berasal dari uang pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu itu dengan cepat menyebar di media sosial. Selain itu, terlihat juga cacahan kertas yang menyerupai uang Rp 10 ribu dan Rp 5.000.

Rido menambahkan, timnya tidak memiliki alat deteksi keaslian uang kertas sehingga tidak bisa menyimpulkan secara pasti. “Benar, karena kita juga nggak memiliki alat deteksi keaslian uang kertas, dan tidak bisa menyimpulkan sepihak,” tuturnya.

Tim Prabu Peduli Lingkungan, yang fokus pada edukasi, advokasi, dan aksi pengelolaan lingkungan, mendesak pemerintah untuk segera menindaklanjuti keberadaan TPS liar tersebut.

Sorotan Terhadap Penanganan TPS Liar

Rido mengaku baru pertama kali menemukan sampah berupa cacahan yang menyerupai sobekan uang kertas. Ia mempertanyakan fokus penelusuran asal uang tersebut tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan peran stakeholder.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa setelah viral stakeholder terkait hanya fokus menelusuri asal uang itu dari mana, tapi tidak terpikir kondisi sosiologis lingkungan tempat ditemukan cacahan uang kertas tersebut. Kenapa keberadaan sampah liar itu bisa terjadi? Di situ perlu dipertanyakan peran stakeholder dalam pendampingan serta monitoring kepada masyarakat setempat,” keluhnya.

Advertisement

Dinas Lingkungan Hidup Pernah Tindak TPS Liar

Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menyatakan bahwa TPS liar tersebut pernah ditindak. DLH Kabupaten Bekasi masih menunggu arahan lebih lanjut dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terkait penanganan TPS liar.

“Jadi jauh hari sebelum sampah lokasi TPS liar di Desa Taman Rahayu itu, pernah kami sikapi berupa penutupan, pemasangan banner, kirim surat, dan lain-lain,” jelas Dedi.

Dedi menambahkan, saat DLH Kabupaten Bekasi melakukan pengecekan awal, mereka menduga adanya limbah medis yang dibuang di TPS liar tersebut. Pengecekan ini dilakukan bersama Kementerian LH Direktorat Pengelolaan Limbah B3 pada Jumat (30/1).

“Yang minggu kemarin sempat ramai itu kita pendampingan dari Gakkum Kementerian LH. Temuannya itu, awalnya sampah medis, ternyata tidak ditemukan,” kata Dedi.

Saat itu, tim DLH menemukan bungkusan plastik berwarna kuning yang diduga berisi limbah medis seperti perban bekas luka hingga bekas infus. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, isi plastik tersebut ternyata hanya sampah organik.

“Waktu kita cross-check ke lapangan, sewaktu sidak, itu isinya sampah organik, seperti wortel, kangkung, dan sebagainya yang dijadikan untuk bahan pakan magot,” ucapnya.

Dalam penyisiran TPS liar tersebut, tim DLH kemudian menemukan cacahan kertas berwarna merah dan biru yang diduga uang Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu.

Advertisement