Berita

Tas Siswa SMP Pelempar Molotov Berisi Nama Pelaku Penembakan Massal di Luar Negeri

Advertisement

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap adanya dugaan inspirasi dari aksi kekerasan di luar negeri yang memicu seorang siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimantan Barat, melakukan pelemparan bom molotov. Siswa tersebut diduga terinspirasi oleh sejumlah pelaku penembakan massal.

“Betul (terinspirasi aksi kekerasan di luar negeri),” kata Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra, kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).

Densus 88 menemukan tas hitam milik pelaku anak yang dipenuhi tulisan nama-nama yang diduga menjadi inspirasi aksi kekerasan tersebut. Dalam foto yang dilihat, tas itu memuat nama Stephen Paddock, pelaku penembakan massal Las Vegas 2017 yang merupakan salah satu insiden paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat. Nama Adam Peter Lanza, pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School 2012 yang menewaskan anak-anak dan guru, juga tercantum.

“Sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik,” ujar Mayndra merujuk pada nama-nama tersebut.

Selain itu, ditemukan pula nama Seung-Hui Cho, pelaku penembakan Virginia Tech 2007 yang banyak dianalisis dalam studi tentang lone wolf dan alienasi sosial. Nama Salvador Ramos, pelaku penembakan sekolah dasar di Uvalde, Texas 2022, juga tertera. Terdapat pula nama Luca Traini, pelaku penembakan bermotif rasial di Macerata, Italia 2018, yang terafiliasi dengan ideologi ekstrem.

Tulisan ‘Tarrant’ yang merujuk pada Brenton Tarrant, pelaku serangan teror di Christchurch, Selandia Baru 2019, turut ditemukan. Ada pula tagar #ZeroDay, istilah yang sering dipakai dalam kekerasan ekstrem merujuk pada hari eksekusi serangan, serta TCC atau True Crime Community.

Densus juga mengamankan barang bukti lain berupa lima gas portable yang direkatkan dengan petasan, paku, dan pisau. Selain itu, ditemukan enam botol berisi bahan bakar minyak dan sumbu kain (molotov), serta satu bilah pisau.

Advertisement

“Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat,” kata Mayndra.

Peristiwa Awal

Peristiwa pelemparan bom molotov terjadi pada Selasa (3/2) saat para siswa kelas IX SMP Negeri 3 Sungai Raya sedang menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada jam istirahat. Seorang pelajar dilaporkan menjadi korban terkena percikan benda dari molotov.

“Benar, telah terjadi dugaan pelemparan bom molotov di SMPN 3 Sungai Raya. Terduga pelaku sudah berhasil kami amankan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, Selasa (3/2).

Ia menambahkan, “Kejadian berlangsung secara tiba-tiba. Terduga pelaku datang ke lokasi sekolah dan melemparkan botol berisi bahan bakar yang disulut api ke arah area sekolah.”

Percikan api dan kepulan asap sempat muncul di sekitar lokasi. Pihak sekolah bersama warga sekitar berhasil melakukan penanganan awal sehingga api tidak merambat ke bangunan utama sekolah. Terduga pelaku kemudian langsung diamankan.

Akibat insiden tersebut, SMPN 3 Sungai Raya menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) karena masih adanya rasa khawatir di kalangan siswa dan guru.

Advertisement