Berita

13 Warga Binaan Lapas Purwokerto Raih Gelar Diploma 1 Teologi Lewat Program Khusus

Advertisement

Purwokerto – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Purwokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pembinaan holistik bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP). Pada Rabu (4/2), sebanyak 13 WBP berhasil diwisuda dan meraih gelar Diploma 1 (D1) Teologi.

Kolaborasi Pendidikan Tinggi

Program perkuliahan yang mengantarkan para WBP meraih gelar D1 Teologi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lapas Kelas II-A Purwokerto dengan Yayasan Indonesia Bangkit Bersinar dan Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia (STTAI). Program ini dirancang sebagai wujud nyata pembinaan kepribadian yang menitikberatkan pada penguatan spiritual, moral, dan intelektual WBP, sebagai bekal penting untuk reintegrasi sosial mereka di masyarakat.

Seluruh peserta telah menyelesaikan seluruh rangkaian proses pendidikan secara penuh, mulai dari perkuliahan, ujian, hingga penyusunan tugas akhir sesuai dengan kurikulum resmi Program D1 Teologi STTAI. Proses pendidikan ini berlangsung sejak Desember 2024 hingga Desember 2025.

Harapan untuk Masa Depan

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Tengah, Mardi Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi bukti nyata bahwa lembaga pemasyarakatan bukan akhir dari perjalanan hidup seseorang. “Ini adalah tempat untuk memperbaiki diri, menata masa depan, dan menumbuhkan harapan,” ujar Mardi. Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Lapas Purwokerto dengan berbagai pihak, khususnya STTAI dan Yayasan Indonesia Bangkit Bersinar, yang telah menghadirkan pendidikan tinggi bagi WBP. Kolaborasi ini sejalan dengan semangat transformasi pemasyarakatan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan perilaku.

Advertisement

Senada dengan itu, Kepala Lapas Kelas II-A Purwokerto, Aliandra Harahap, menyoroti dampak positif program pendidikan teologi ini. “Program perkuliahan Teologi D1 ini tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab warga binaan. Kami melihat perubahan perilaku yang positif dan ini menjadi modal penting bagi mereka ketika kembali ke masyarakat,” ungkap Aliandra kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Aliandra menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi kuat antara Lapas Kelas II-A Purwokerto dengan mitra eksternal. Program ini juga merupakan bagian dari upaya Lapas Purwokerto dalam mendukung 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan. Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk memperluas kesempatan pembinaan yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi WBP.

Keberhasilan 13 WBP dalam menyelesaikan studi D1 Teologi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk terus mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan pembinaan yang tersedia di Lapas Purwokerto. Melalui kegiatan wisuda ini, Lapas Kelas II-A Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan menggandeng mitra strategis, guna mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berkeadilan dan bermartabat.

Advertisement