JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali mengunjungi Desa Lubuk Sidup di Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (22/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres pemulihan infrastruktur pascabencana dan memastikan kebutuhan dasar warga telah terpenuhi.
Desa Lubuk Sidup sebelumnya sempat terisolasi akibat bencana, dengan akses logistik terputus dan permukiman warga tertutup endapan lumpur tebal. AHY pertama kali meninjau lokasi ini pada 10 Desember 2025, saat kondisi wilayah masih sangat memprihatinkan. Jalur transportasi tidak dapat dilalui, distribusi logistik terhenti, dan warga kesulitan mendapatkan air bersih serta kebutuhan pokok lainnya.
“Pada masa awal pascabencana, sebelum alat berat dikerahkan, satu desa ini praktis terputus jalur logistiknya. Dampaknya sangat besar, termasuk endapan lumpur yang menutup akses dan permukiman warga,” ujar AHY dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, AHY menginisiasi koordinasi lintas sektor melalui Kemenko Infrastruktur. Langkah ini melibatkan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur dasar.
Kemenko Infrastruktur juga berupaya menggalang dukungan dari sektor swasta untuk mempercepat proses pemulihan. Upaya ini mulai membuahkan hasil, dengan akses logistik yang kembali terbuka dan bantuan air bersih yang telah mengalir kepada warga. Warga Desa Lubuk Sidup kini juga mulai terhubung kembali dengan wilayah sekitar untuk kebutuhan logistik, layanan dasar, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Proses pembukaan akses, pembersihan lumpur, dan pemulihan infrastruktur dasar dilakukan secara gotong royong oleh Brigif, Kodim, pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Dalam kunjungan terkininya, AHY menyatakan bahwa kondisi Desa Lubuk Sidup telah menunjukkan perbaikan signifikan. “Hari ini kita melihat kondisinya sudah jauh lebih baik. Akses sudah terbuka, warga kembali terhubung dengan logistik, dan kebutuhan air bersih sudah dapat dipenuhi,” kata AHY.
Selain memastikan akses dasar, AHY juga meninjau progres pembangunan jembatan perintis sepanjang 250 meter yang sedang dikerjakan. Jembatan ini krusial untuk mobilitas warga dan distribusi logistik, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen di tahap selanjutnya.
AHY juga meninjau rencana pembangunan 163 unit rumah hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Prototipe rumah telah tersedia, lahan pembangunan disiapkan, dan dukungan dari berbagai pihak telah terhimpun. “Hunian sementara ini sangat penting agar warga bisa tinggal dengan lebih aman dan layak, sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan jangka menengah berjalan,” tutur AHY.
Ia menegaskan bahwa pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Pemerintah akan terus mengawal pembangunan hunian, akses jalan, jembatan, air bersih, serta fasilitas sosial dan keagamaan agar warga dapat kembali beraktivitas normal.
“Kita ingin memastikan masyarakat bisa bangkit, menjalani kehidupan dengan lebih baik, dan kembali produktif. Ini adalah bagian dari komitmen negara untuk hadir di saat masyarakat membutuhkan,” tutup AHY.
Dalam kunjungan kerja tersebut, AHY didampingi Bupati Aceh Tamiang beserta jajaran, Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Informasi Publik Herzaky Mahendra Putra, Staf Khusus Bidang Percepatan Pembangunan Irjen Pol Arif Rachman, serta Brigjen Rio Neswan.





