London – Tottenham Hotspur secara resmi mengumumkan pemecatan Thomas Frank dari kursi kepelatihan tim utama. Keputusan ini diambil menyusul rentetan hasil minor yang diraih klub berjuluk The Lilywhites tersebut belakangan ini.
Pernyataan Resmi Klub
Kabar pemecatan pelatih asal Denmark berusia 52 tahun itu disampaikan melalui akun media sosial resmi Tottenham Hotspur pada Rabu (11/2/2026) sore WIB. Frank harus angkat koper setelah timnya menelan kekalahan 1-2 dari Newcastle United beberapa jam sebelumnya.
“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi Pelatih utama dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,” demikian bunyi pernyataan resmi Tottenham Hotspur. “Thomas diangkat pada Juni 2025, dan kami bertekad untuk memberinya waktu dan dukungan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan bersama. Namun, hasil dan performa telah membuat Dewan menyimpulkan bahwa perubahan pada titik ini di musim ini diperlukan,” tegas pernyataan tersebut.
Catatan Buruk di Bawah Frank
Performa Tottenham Hotspur di bawah asuhan Thomas Frank memang jauh dari memuaskan. Dalam 38 pertandingan yang dijalani, The Lilywhites hanya mampu meraih 13 kemenangan, 10 kali imbang, dan menderita 15 kekalahan.
Catatan terburuk Frank terlihat di Liga Inggris. Tottenham Hotspur tercatat tidak pernah meraih kemenangan dalam delapan laga beruntun. Kemenangan terakhir mereka di liga terjadi pada 28 Desember 2025 saat menghadapi Crystal Palace dengan skor 1-0.
Opta mencatat, Thomas Frank hanya mampu mengumpulkan rata-rata 1.12 poin per laga sebagai manajer Tottenham. Angka ini merupakan yang terendah dibandingkan dengan manajer Spurs lainnya yang memimpin lebih dari lima pertandingan liga.
Frank Jadi Korban Keenam
Thomas Frank sebenarnya sudah menjadi salah satu kandidat kuat untuk dipecat sebelum musim Liga Inggris 2025/2026 berakhir. Football Insider bahkan memberinya rasio odds 6/5, tertinggi di antara manajer lain seperti Scott Parker (Burnley), Sean Dyche (Nottingham Forest), Eddie Howe (Newcastle United), Oliver Glasner (Crystal Palace), dan Arne Slot (Liverpool).
Frank menjadi manajer ketujuh yang harus merasakan kerasnya persaingan di Premier League musim ini. Ia menyusul jejak Nuno Espirito Santo (Nottingham Forest), Graham Potter (West Ham United), Ange Postecoglu (Nottingham Forest), Vitor Pereira (Wolverhampton Wanderers), Enzo Maresca (Chelsea), dan terbaru Ruben Amorim (Manchester United).
Sumber: 90Menit.ID






