Madrid – Mantan bek kanan Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menyambut penunjukannya sebagai pelatih tim utama dengan antusiasme yang terkendali. Arbeloa, yang sebelumnya menukangi tim Castilla, kini mengambil alih tongkat estafet dari Xabi Alonso yang hengkang setelah kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol.
Pendekatan Arbeloa di Ruang Ganti
Keputusan Xabi Alonso meninggalkan klub disebut-sebut salah satunya karena kegagalannya mengendalikan ego para pemain bintang. Padahal, Alonso sendiri memiliki nama besar sebagai mantan pemain Madrid. Pendekatan Arbeloa dalam aspek ini menjadi sorotan utama.
Meskipun rekam jejak kepelatihannya belum sebanding dengan Alonso yang telah meraih kesuksesan bersama Bayer Leverkusen, Arbeloa memiliki keunggulan dalam pemahamannya terhadap klub. Ia merintis karier di akademi Madrid sejak usia 18 tahun, bermain untuk tim Real Madrid C, B, hingga akhirnya menembus tim utama pada tahun 2004.
Setelah sempat memperkuat Deportivo La Coruna dan Liverpool, Arbeloa kembali ke Santiago Bernabeu pada tahun 2009 dan mencapai puncak kariernya. Hampir separuh usianya, 20 tahun dari 43 tahun, dihabiskan di lingkungan Real Madrid.
Semangat Menang dan DNA Klub
Arbeloa menyatakan kesadarannya akan tanggung jawab besar yang diemban. “Saya menyadari tanggung jawab yang saya emban dan tugas luar biasa yang ada di depan saya. Saya sangat bersemangat,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi klub.
Ia menekankan filosofi klub yang selalu menuntut kemenangan. “Klub ini selalu soal menang, menang, dan menang lagi. Sifat yang menuntut itu mencerminkan DNA yang telah membawa kita ke tempat saat ini, dengan rekam jejak dan lemari piala yang penuh dengan trofi.”
Arbeloa menambahkan bahwa nilai-nilai tersebut masih tertanam kuat di ruang ganti. “Ketika saya masih menjadi pemain, saya menyerap nilai-nilai itu dari orang-orang di ruang ganti. Nilai-nilai itu masih ada di sini, dan itulah yang penting.”
Sebagai mantan bek sayap, Arbeloa bertekad untuk membawa inspirasi bagi para penggemar. “Kami ingin menginspirasi penggemar di seluruh dunia dan membantu mengisi lemari piala itu lebih banyak lagi. Itulah pekerjaan saya, dan itulah yang saya perjuangkan setiap hari,” pungkasnya.






