Presiden Barcelona, Joan Laporta, melontarkan kritik tajam terhadap Kylian Mbappe menyusul kekalahan Real Madrid dalam final Piala Super Spanyol. Laporta juga tidak ketinggalan menyindir skuad Los Blancos.
Mbappe Dianggap Tidak Menghormati Barcelona
Kekalahan Real Madrid dengan skor 2-3 dari Barcelona pada Senin (12/1) dini hari WIB, menyedot sorotan besar kepada bintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Usai pengalungan medali sebagai runner-up, Mbappe terlihat mengajak rekan-rekan setimnya untuk tidak memberikan guard of honor kepada Barcelona sebagai juara. Ia juga melakukan gestur tangan agar para pemain Madrid segera masuk ke ruang ganti, padahal tradisi dalam final Piala Super Spanyol mengharuskan kedua tim saling memberikan penghormatan.
Laporta menilai tindakan Mbappe tersebut sebagai bentuk ketidakmenghormatan terhadap Barcelona. “Saya terkejut dengan apa yang dia lakukan,” ungkap Laporta kepada RAC1, dilansir Sports Illustrated. “Di dalam kemenangan dan kekalahan, Anda harus berbesar hati dan penuh rasa hormat. Ini kan olahraga, dan Anda harus menjaga perilaku yang wajar. Saya percaya bahwa kami, di dalam kemenangan, berbesar hati dan menghormati tim lawan. Inilah mengapa saya tidak bisa memahami hal itu.”
Tensi El Clasico dan Frustrasi Madrid
Ketegangan dalam duel El Clasico memang terus memanas sejak insiden cemoohan Lamine Yamal yang berujung pada kemenangan Real Madrid 2-1 di Santiago Bernabeu pada awal musim ini. Namun, kemenangan tersebut menjadi satu-satunya bagi Madrid dalam lima pertemuan El Clasico terakhir sejak musim 2024/2025.
Joan Laporta meyakini rekor buruk tersebut membuat Real Madrid merasa frustrasi. “Memang ada perbedaan sikap sejak pertandingan liga, dan para pemain sedikit berapi-api,” sambung dia. “Terus terang, saya tidak melihat kemarahan Mbappe di atas lapangan, tapi saya bisa membayangkan, itu pasti waktu yang sangat sulit. Mereka mesti merasa sangat jengkel, dan karena itulah mereka bereaksi demikian,” ceplos Laporta.
Video Madrid Tersendat, Barcelona Meloncat.






