JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade meninjau langsung progres perbaikan jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatra Barat. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan jalan strategis yang merupakan penghubung utama antarwilayah pascabencana galodo pada akhir November 2025. Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Andre didampingi oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi serta Kepala Proyek Hutama Karya Infrastruktur (HKI) Lembah Anai Fathoni. “Kehadiran jajaran teknis ini sekaligus memberikan gambaran langsung mengenai kondisi lapangan dan progres pekerjaan yang sedang berjalan,” ujar Andre.
Andre mengapresiasi gerak cepat pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, BPJN, dan seluruh pihak terkait dalam menangani kerusakan jalan Lembah Anai. Ia menilai kecepatan penanganan ini sangat penting mengingat jalan tersebut merupakan jalur utama pergerakan ekonomi dan mobilitas masyarakat.
“Jalan Lembah Anai memiliki peran strategis sebagai urat nadi perekonomian, distribusi logistik, serta konektivitas antardaerah di Sumatera Barat. Oleh karena itu percepatan perbaikan harus menjadi prioritas bersama agar aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam jangka panjang,” jelasnya.
Andre menerangkan bahwa jalan Lembah Anai sempat terputus akibat kerusakan parah pada 27 November lalu, yang berdampak signifikan terhadap arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah. “Berkat instruksi langsung dari pemerintah pusat, jalur tersebut mulai kembali dapat dilewati sejak 16 Desember,” ucapnya.
Saat ini, pengaturan lalu lintas dilakukan melalui sistem buka-tutup jalan untuk memastikan proses pengerjaan tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan faktor keselamatan pengguna jalan. Jalan dapat dilalui mulai pukul 17.00 hingga 08.00 WIB.
Andre juga menyampaikan bahwa pada periode H-7 hingga H+7 Lebaran mendatang, jalur Lembah Anai direncanakan dibuka penuh dua arah selama 24 jam. Kebijakan ini diambil untuk menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat. Setelah periode Lebaran, sistem buka-tutup akan kembali diberlakukan.
“Insya Allah proyek perbaikan jalan Lembah Anai secara keseluruhan ditargetkan rampung pada Juli 2026. Karena itu pentingnya konsistensi pengerjaan agar target tersebut dapat tercapai sesuai jadwal,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI itu.
Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi menambahkan fokus utama pengerjaan saat ini adalah penguatan struktur badan jalan untuk memastikan ketahanan jalan terhadap beban lalu lintas dan kondisi alam di kawasan tersebut. Selain itu, BPJN juga melakukan normalisasi aliran sungai di sekitar badan jalan guna mencegah tekanan arus air kembali menghantam badan jalan yang berpotensi menimbulkan kerusakan serupa di masa mendatang.
Elsa menyebutkan bahwa sebanyak 32 unit alat berat dikerahkan di sepanjang titik kerusakan untuk mendukung percepatan pekerjaan. Alat berat tersebut bekerja mulai dari kawasan jembatan hingga area Margasatwa Lembah Anai. “Seluruh alat berat dikerahkan secara bertahap dan bekerja intensif dari satu titik ke titik lainnya, termasuk hingga ke kawasan Jembatan Kembar. Pola pengerjaan ini dilakukan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih efektif dan terukur,” kata Elsa.
Terkait kondisi Jembatan Kembar, Elsa memastikan secara struktur bangunan masih dalam kondisi aman untuk dilalui, meskipun penguatan tambahan tetap dilakukan pada bagian dasar dan pondasi jembatan sebagai langkah antisipasi jangka panjang.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung, sebagian besar pekerjaan material dilaksanakan pada malam hari. “Langkah ini diambil untuk meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat sekaligus memastikan target penyelesaian proyek dapat tercapai sesuai dengan rencana,” katanya.






