Delegasi Kepolisian Hong Kong (Hong Kong Police Force/HKPF) melakukan kunjungan kerja ke Markas Besar Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri di Jakarta pada Rabu (21/1/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan benchmarking atau studi banding terkait sistem manajemen lalu lintas dan penegakan hukum berbasis teknologi di Indonesia.
Terkesan dengan ETLE dan NTMC
Rombongan HKPF, yang dipimpin oleh Superintendent Company Commander, Police Tactical Unit, CHEUNG Ka-po, disambut langsung oleh Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho. Dalam pertemuan tersebut, delegasi HKPF diperkenalkan dengan berbagai program strategis Korlantas Polri, termasuk National Traffic Management Center (NTMC) Polri. NTMC berperan sebagai pusat Kendali, Koordinasi, Komunikasi, dan Informasi (K3i) yang krusial dalam pengelolaan lalu lintas nasional secara real-time.
Irjen Agus Suryonugroho menyatakan kebanggaannya atas kehadiran delegasi Kepolisian Hong Kong. “Hari ini kami merasa senang dan bangga karena Kepolisian Hong Kong hadir langsung untuk berdiskusi dan melakukan benchmarking terkait pengelolaan lalu lintas dan penegakan hukum di Indonesia,” ujar Irjen Agus.
Selain itu, delegasi HKPF juga mendapatkan pemaparan mendalam mengenai penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai wujud transformasi penegakan hukum lalu lintas berbasis digital. Mereka juga diperkenalkan dengan Traffic Accident Analysis (TAA), sebuah sistem yang digunakan untuk menganalisis penyebab kecelakaan lalu lintas secara ilmiah dan komprehensif.
Demonstrasi ETLE Drone
Salah satu inovasi yang turut diperagakan adalah penggunaan ETLE drone. Teknologi ini berfungsi untuk memantau kepatuhan pengguna jalan dari udara sekaligus mengawasi dinamika arus lalu lintas dengan efektif dan presisi.
CHEUNG Ka-po menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kecanggihan teknologi yang dimiliki Korlantas Polri, khususnya yang dioperasikan melalui NTMC. Ia juga mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan presentasi komprehensif yang diberikan oleh jajaran Korlantas Polri. “Teknologi penegakan hukum yang diterapkan Korlantas Polri, terutama ETLE, sangat mengesankan dan menjadi referensi berharga bagi kami. Kunjungan ini memberikan banyak tambahan ilmu dan wawasan,” ungkap CHEUNG Ka-po.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama internasional di bidang lalu lintas. Selain itu, ini juga menjadi pengakuan atas kemajuan transformasi digital yang dilakukan Korlantas Polri dalam mewujudkan pelayanan dan penegakan hukum lalu lintas yang modern, transparan, dan berkeadilan.






