Jakarta – Intensitas hujan yang tinggi belakangan ini memaksa para pekerja di Ibu Kota untuk beradaptasi. Beragam persiapan dilakukan, mulai dari membawa payung hingga jas hujan, demi memastikan aktivitas harian tetap berjalan tanpa hambatan.
Perlengkapan ‘Tempur’ Pekerja
Dian (40), seorang pegawai bank, mengaku selalu membawa perlengkapan lengkap saat bepergian. Ia menyadari pentingnya kesiapan menghadapi cuaca yang tak menentu.
“Kita harus siap-siap payung, mantel, jas hujan,” kata Dian kepada detikcom di Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (21/1/2026). Ia menambahkan, “Karena kan kadang kayak aku nih, kan aku naik ojol ya dari rumah ke stasiun, itu kadang kan nggak semua ojolnya itu ada mantel.”
Menurut Dian, fenomena hujan yang terjadi belakangan ini cenderung berlangsung lama dan merata. Ia merasakan dampaknya tidak hanya di rumahnya di Jakarta, tetapi juga di kantornya yang berlokasi di kawasan Cikarang.
“Hujan awet-awet. Dan itu sama ya rata-rata tuh hujannya tuh rata. Jadi kalau di Jakarta sudah hujan, nanti kita sampai Cikarang masih sama hujan juga,” ujarnya.
Banjir dan Kendala Akibat Hujan
Pengalaman serupa juga dibagikan oleh Tata (20), warga asal Matraman. Ia tidak hanya menghadapi hujan yang awet, tetapi juga mengalami banjir di rumah dan tempat kerjanya.
“Kayak semuanya tuh sama, kayak dari rumah sampai kerja tuh sama kayak awet. Terus di kerjaan aku banjir cuma nggak terlalu tinggi banget sih semata kaki. Cuma kalau di daerah rumah aku lumayan tinggi, hampir sebetis. Jadi itu yang menurut aku tuh negatifnya tuh kayak gitu, yang bikin kita jadi kayak kerja dua kali kalau adanya banjir gitu,” tutur Tata.
Tata juga merinci berbagai kendala yang dihadapinya akibat hujan yang tak henti. Mulai dari jatuh sakit hingga terbuangnya waktu berharga saat menunggu hujan reda.
“Kalau sakit baru kemarin, nih juga aku baru mendingan sih. Terus kadang misalkan kita mau naik kereta, kan aku kan ini ya selalu naik ojol kalau dari rumah, kalau nggak naik angkot. Kalau seandainya cuacanya lagi benar-benar besar banget kita harus nunggu dulu, jadi kayak ada banyak buang-buang waktu, jadi sedikit telat gitu,” terangnya.
Strategi Menghadapi Hujan
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Tata membeberkan strateginya dalam menghadapi musim hujan.
“Buat strateginya, misalkan kayak aku ya berangkat kerja ya, aku selalu pakai jaket yang lebih tebal, terus kayak misalkan membawa payung atau jas hujan, gitu sih,” imbuhnya.
Ia berharap cuaca ke depannya dapat lebih bersahabat.
“Semoga cuacanya nggak semakin buruk dan lebih membaik,” pungkasnya.






