Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria, atas inisiatif cepatnya dalam membangun hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat. Andre juga mencatat bahwa Dony Oskaria sebelumnya telah membangun huntara di Aceh dan Sumatera Utara.
Pembangunan Huntara untuk Membangun Kembali Kehidupan
Andre Rosiade menyatakan bahwa pembangunan huntara ini bukan sekadar menyediakan tempat tinggal sementara, melainkan upaya untuk membangun kembali kehidupan masyarakat yang terdampak bencana. “Komisi VI DPR RI akan terus mengawal agar pembangunan huntara ini berjalan tuntas dan berkelanjutan,” ujar Andre, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi Gerindra, kepada wartawan pada Sabtu (31/1/2026).
Program huntara ini dirancang untuk menjangkau wilayah-wilayah yang paling parah terdampak bencana, termasuk Padang Pariaman, Agam, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Pembangunan dilakukan sejak fase awal pascabencana untuk mencegah masyarakat berlarut-larut dalam kondisi darurat tanpa kepastian tempat tinggal. Selain bangunan fisik, huntara juga dilengkapi fasilitas sosial seperti balai pertemuan, lapangan olahraga, dan ruang bermain anak guna mendukung pemulihan psikososial warga.
Respons Cepat dan Perhatian pada Kualitas Hidup
Andre menilai Dony Oskaria menunjukkan respons yang sangat cepat terhadap situasi darurat dan perhatian mendalam terhadap kualitas hidup para penyintas bencana. Ia juga mendorong agar program pembangunan huntara ini diperluas ke daerah lain yang masih membutuhkan.
“Kita dorong agar pembangunan huntara menjangkau lebih banyak daerah. Prinsipnya, negara harus hadir secara cepat dan berkelanjutan,” katanya. Menurutnya, besarnya dampak bencana menuntut kesinambungan program agar pemulihan dapat berjalan secara menyeluruh.
Kebutuhan Huntara Tambahan dan Peran Negara
Berdasarkan data yang diterima Komisi VI DPR RI, masih dibutuhkan sekitar 500 unit huntara tambahan untuk wilayah Agam, Padang Pariaman, Tanah Datar, dan Kabupaten Lima Puluh Kota. Andre Rosiade menegaskan komitmen Komisi VI DPR RI untuk terus mengawal penyelesaian pembangunan huntara di seluruh Sumatera Barat agar seluruh penyintas bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan manusiawi. Andre juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Keterlibatan Danantara dalam penanganan dampak bencana ini mencerminkan kehadiran negara yang nyata dan responsif, khususnya dalam menjawab kebutuhan paling mendesak masyarakat akan hunian yang layak dan aman. Program ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan pemulihan pascabencana sekaligus memberikan kepastian hunian bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Melalui percepatan pembangunan huntara ini, diharapkan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dapat berlangsung lebih terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan, dengan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.






