Sepakbola

Arsenal Dikritik Terlalu Bergantung pada Bola Mati, Cuma Punya Satu Senjata?

Advertisement

Kekalahan Arsenal dari Manchester United di Liga Inggris akhir pekan lalu memicu sorotan tajam terhadap strategi tim asuhan Mikel Arteta. The Gunners dinilai terlalu bergantung pada situasi bola mati, sehingga hanya memiliki satu senjata utama dalam menyerang.

Ketergantungan pada Bola Mati

Dalam pertandingan yang digelar di Emirates Stadium tersebut, Arsenal harus mengakui keunggulan Manchester United dengan skor 2-3. Menariknya, kedua gol Arsenal tercipta dari situasi yang tidak biasa. Satu gol merupakan hasil bunuh diri Lisandro Martinez, sementara gol lainnya dicetak oleh Mikel Merino setelah terjadi kemelut dari tendangan sudut.

Catatan dari Mirror menunjukkan bahwa Arsenal telah mencetak 26 gol musim ini yang berawal dari situasi bola mati. Angka ini mulai menjadi perhatian serius bagi tim-tim lawan, yang kini lebih waspada dalam mengantisipasi ancaman dari sepak pojok atau tendangan bebas.

Kritik dari Mantan Pemain

Salah satu pemain Manchester United, Amad Diallo, bahkan sempat mengejek pendukung Arsenal dengan mengatakan bahwa tim kesayangan mereka hanya bisa mengancam dari tendangan sudut. Pernyataan ini seolah memperkuat kekhawatiran yang diungkapkan oleh mantan striker Liga Inggris, Darren Bent.

Advertisement

Bent mengungkapkan kegelisahannya melalui program talk show di TalkSPORT. “Yang membuat saya khawatir adalah, bagaimana bisa antusiasme murni saya hanya muncul dari sepak pojok, itu saja, melalui skema bola mati? Ini adalah sebuah kekhawatiran,” ujar Bent.

Ia menambahkan, “(Gol pertama adalah gol bunuh diri), dan yang kedua berasal dari skema bola mati yang semrawut.” Bent mengakui bahwa satu-satunya momen yang membuatnya merasa bersemangat saat menonton Arsenal bertanding adalah ketika tim tersebut mendapatkan sepak pojok. “Saya berpikir, ‘baiklah, ini dia, ada peluang nyata di sini’,” katanya.

Ketergantungan pada bola mati ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Mikel Arteta untuk mencari solusi agar Arsenal tidak mudah dibaca oleh lawan dan memiliki variasi serangan yang lebih beragam.

Sumber: 90Menit.ID

Advertisement